Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Integrasikan Pendidikan Lingkungan, SDN 2 Merbau Mataram Lampung Selatan Bersiap Menuju Adiwiyata Nasional
Lampungpro.co, 29-Jul-2025

Febri 88638

Share

Pelajar SDN 2 Merbau Mataram Saat Membuat Karya Ecobrick | Lampungpro.co

MERBAU MATARAM (Lampungpro.co): SDN 2 Merbau Mataram, Lampung Selatan, siap menuju sekolah adiwiyata tingkat nasional, karena sekolah berperan penting dalam memberikan pemahaman dan pembentukan karakter
‎peduli lingkungan.
‎
‎Untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran
‎warga sekolah dalam upaya pelestarian
‎lingkungan hidup, maka dicanangkan program Adiwiyata Nasional.
‎
Kepala SDN 2 Merbau Mataram, Yudian Hani mengatakan, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, dalam pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
‎
‎SDN 2 Merbau Mataram sendiri, berada di
‎wilayah Kecamatan Merbau Mataram,
‎Lampung Selatan. Berdiri pada 1 Januari 1970 dengan Nomor SK Pendirian yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
‎
‎"Dalam kegiatan pembelajaran,
‎sekolah yang memiliki 233 siswa itu
‎dibimbing oleh guru-guru yang profesional dibidangnya. Adiwiyata nasional ini bertujuan untuk mengembangkan sekolah-sekolah yang peduli lingkungan, dan memiliki budaya lingkungan yang baik," kata Yudian Hani, Selasa (29/7/2025).
‎
‎Hal tersebut, dapat menciptakan generasi yang lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. SDN 2 Merbau Mataram sendiri, bisa dibilang telah memenuhi kriteria sekolah adiwiyata, yakni memiliki kebijakan lingkungan yang jelas, dan mengintegrasikan pendidikan
‎lingkungan hidup dalam kurikulum.
‎
‎"Adiwiyata bukan hanya sekedar program, tetapi telah menjadi budaya di sekolah kami. Siswa-siswa semakin peduli terhadap lingkungan, dan ini terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam berbagai kegiatan," ujar Yudian Hani.
‎
‎Dalam beberapa kesempatan, guru juga mengajarkan siswa bagaimana cara
‎mengolah sampah menjadi sesuatu yang
‎bermanfaat dan bernilai guna, seperti pembuatan eco enzim yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman, tanah, serta membantu menjaga kesehatan lingkungan.
‎
‎Selain itu, juga ada pembuatan ecobrick yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik, mengamankan plastik dari lingkungan, mencegah teruarainya menjadi mikroplastik dan toksin, serta memberikan solusi kreatif untuk pengelolaan limbah.
‎
‎Ecobrick sendiri, dapat digunakan sebagai bahan bangunan untuk membuat dinding, furniture, dan elemen dekoratif, tentunya ini memberikan dampak yang positif dan mendorong siswa untuk berkreasi dan berinovasi.
‎
Sekolah berharap, kedepannya program adiwiyata nasional ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak
‎positif bagi lingkungan hidup dan masyarakat. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ANDI, FEBI, DAN UANG IURAN PGRI: GURU...

Febi: Sudah, minum dulu. Kopi saja ada ampasnya, masa...

554


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved