Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Kemarau dan Kekeringan 2017 Diprediksi Lebih Panjang
Lampungpro.co, 24-Jan-2017

Amiruddin Sormin 1565

Share

JAKARTA (Lampro): Presiden mengingatkan jajarannya untuk tidak lengah menghadapi musim kekeringan 2017 yang lebih panjang. Terlebih Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi 2017 ini lebih kering. Jadi kita semuanya harus hati-hati, betul-betul hati-hati, tegas Presiden Jokowi dalam pengarahannya kepada peserta pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2017, di Istana Negara, Jakarta, Senin (23/1/2017) pagi.

Presiden mengingatkan, kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada 2015 lalu membuat pemerintah pontang-panting dan melakukan segala cara untuk memadamkannya. Namun hal tersebut menjadi sia-sia karena telah terlanjur terbakar. Presiden berharap semuanya mengantisipasi jangan sampai peristiwa kebakaran seperti tahun 2015 itu terulang kembali. Kita patut bersyukur, tadi seperti disampaikan oleh Menko Polhukam, 2016 turun sampai 82-83 persen. Kita harapkan tahun 2017 ini juga mengalami penurunan lagi, kata Presiden Jokowi.

Presiden mengungkapkan kerugian akibat karhutla pada 2015 mencapai Rp220 triliun, yang termasuk dampak karena pembatalan penerbangan, perkantoran yang libur, dan aktivitas ekonomi yang berhenti. Di sisi kesehatan, menurut Presiden, pada 2015 gangguan kesehatan yang ditimbulkan mencapai 504.000 orang terutama anak-anak yang terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas).

Presiden mengungkapkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan pada 2015 tersebut juga diakibatkan kurangnya pencegahan dini. Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar 2017 ini harus sangat dipersiapkan. Sehingga di awal tahun ini, pemerintah ingin agar semuanya memahami dan menyadari bahwa titik api yang banyak serta kebakaran yang besar itu akan berdampak pada semua baik di sisi ekonomi, kesehatan, dan kehilangan keragaman hayati. Mengutip laporan yang disampaikan oleh Menko Polhukam bahwa luas kebakaran hutan dan lahan per Desember 2016 lebih rendah 83,21% dibandingkan 2015. (R1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Menuju Kota Metropolitan, Bandar Lampung Dinilai Masih...

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

6201


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved