LUBUKBASUNG (Lampro): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta semua pihak telibat menyelamatkan Danau Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dari pencemaran.
"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, PLN yang menggunakan air danau untuk pembangkit listrik, Pemkab Agam, dan masyarakat sekitar harus bersatu untuk mengembalikan kondisi air danau kembali bersih," kata Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, KLHK Hilman Nugrogo, usai rapat membahas penyelamatan Danau Maninjau, di Lubukbasung, Senin (30/1/2017).
Ia mengatakan masing-masing kementerian yang memiliki keterkaitan harus memiliki program dan mengalokasikan anggaran untuk mengatasi pencemaran danau itu. Meskipun dana yang dianggarkan sedikit, tapi jika melibatkan banyak pihak maka pencemaran danau ini akan teratasi. "Tidak bisa hanya mengandalkan KLHK saja, tetapi harus didukung kementerian lain. Seperti PLN, Pemprov Sumatera Barat, Pemkab Agam, dan masyarakat sekitar," kata dia.
Ia menyampaikan dari hasil kunjungannya ke Danau Maninjau, daerah aliran Sungai Antokan sudah tidak sehat lagi untuk diminum, karena airnya sudah berbau dan berwarna. Apabila air ini dikosumsi akan berdampak terhadap kesehatan warga.
Sementara itu, Bupati Agam Indra Catri mengatakan Pemkab dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya guna menyelamatkan Danau Maninjau dari pencemaran. Warga sering melakukan gotong royong untuk membersihkan enceng, membersihkan keramba jaring apung yang tidak dipakai, limbah rumah tangga, dan sisa pakan ikan dari dasar danau.
Namun, dengan kondisi danau yang sudah tercemar berat akibat pakan ikan membutuhkan biaya cukup besar untuk membuang sisa pakan ikan yang sekarang diperkirakan sudah mencapai 50 juta meter kubik.
Untuk itu Pemkab Agam membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan pihak lain karena APBD Agam yang terbatas. "Tanpa dukungan ini kita tidak bisa melakukan lebih untuk membersihkan danau. Kita juga berharap dukungan dari pembudidaya ikan agar tidak melakukan aktivitas budi daya secara berlebihan," kata dia.
Sedangkan Koordinator Forum Masyarakat Adat Salingka Danau Maninjau (FMASDM) Agam, Popi Rajo Bintang mengucapkan terima kasih kepada KLHK yang menurunkan tim untuk merespon aspirasi dari FMASDM. "Kita telah melakukan pertemuan dengan KLHK dan kementerian lain untuk merespon kondisi ini," kata dia. (*/ANT/PRO2)
Berikan Komentar
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
6153
225
07-May-2026
268
07-May-2026
578
07-May-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia