Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Lampung Timur Dorong Cocoa Agroforestry Berkelanjutan, Perkuat Ekonomi Warga Sekitar Hutan
Lampungpro.co, 04-Feb-2026

Febri 336

Share

Bibit Kakao Lampung Timur | Ist/Lampungpro.co

SUKADANA (Lampungpro.co): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur terus menunjukkan komitmennya, dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan, melalui pengembangan Cocoa Agroforestry Berkelanjutan.

Program ini, dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut, ditegaskan dalam kegiatan Diskusi Program Cocoa Agroforestry Berkelanjutan yang digelar di Kelompok Tani Hutan (KTH) 5 Desa Sidomulyo, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur.

Diskusi ini, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan PT Olam Indonesia (OFI) Abdillah beserta jajaran, Tim Palladium dan Partnering for Forests (P4F), perwakilan UK Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO), mitra internasional, hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lampung Timur.

Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh mitra, yang telah mempercayakan Lampung Timur sebagai lokasi pengembangan program agroforestry kakao berkelanjutan.

"Ini merupakan sebuah kehormatan dan kepercayaan yang sangat berharga bagi kami, khususnya bagi masyarakat pengelola perhutanan sosial di Kecamatan Way Jepara dan sekitarnya," kata Ella Siti Nuryamah dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, Lampung Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Namun di sisi lain, daerah ini juga menghadapi tantangan serius berupa tekanan kawasan hutan, degradasi lahan, serta dampak perubahan iklim yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar hutan.

Ella menilai, penerapan perhutanan sosial dan agroforestry merupakan langkah tepat untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya dilibatkan sebagai penerima manfaat, tapi juga sebagai pelaku utama dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

"Agroforestry kakao bukan sekadar sistem budidaya. Ini pendekatan terpadu yang mampu merehabilitasi hutan, menjaga keanekaragaman hayati, mengurangi risiko perubahan iklim, sekaligus memberikan pendapatan berkelanjutan bagi petani," ujar Ella Siti Nuryamah.

Program Cocoa Agroforestry Berkelanjutan ini, jugasejalan dengan visi pembangunan Lampung Timur yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berkeadilan.

Melalui praktik agroforestry yang baik, kakao diharapkan dapat menjadi komoditas unggulan ramah lingkungan dengan nilai ekonomi tinggi serta membuka akses pasar global bagi petani lokal.

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi multi pihak dalam menyukseskan program tersebut, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga donor, mitra internasional, hingga kelompok tani hutan.

Melalui diskusi tersebut, Bupati berharap terbangun kesamaan pemahaman terkait arah dan tujuan program, tersusun langkah-langkah konkret yang dapat segera diterapkan di lapangan, serta terjalin kemitraan jangka panjang yang adil dan saling menguntungkan.

Diketahui PT Olam Indonesia bersama P4F (program internasional yang didanai Pemerintah Inggris melalui UKAid), memiliki sejumlah program yang berfokus pada perlindungan hutan tropis dan penggunaan lahan berkelanjutan.

Program tersebut diarahkan pada peningkatan kapasitas petani serta penguatan kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) di sekitar kawasan hutan.
Nantinya pada hilirisasi kakao, yakni upaya mengolah hasil panen kakao menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri. PT Olam memberikan respons positif terhadap kualitas tanaman kakao yang dikembangkan petani di Lampung Timur

Ella juga mendorong KTH Sidomulyo dan kelompok perhutanan sosial lainnya untuk menjadi contoh praktik baik pengelolaan agroforestry kakao di Lampung Timur, bahkan di tingkat Lampung. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
BOSDA SMP Negeri Masih Diet, Anggaran SMA...

BOSDA SMP Negeri sendiri, menurut berbagai hitung-hitungan yang disampaikan...

1209


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved