Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Lembayung Senja, Harapan Buruh Tani Brajaemas Lampung Timur Meraih Asa
Lampungpro.co, 04-Feb-2018

Lukman Hakim 1171

Share

Berita Lampung, Portal Berita Politik Lampung, Portal Berita Olahraga Lampung, Portal Berita Pertanian Lampung, Berita Lampung Terbaru, Berita Asian Games, Berita Pariwisata Terkini, Portal Berita Kuliner, Web Berita Daerah Lampung Ter-Update, Portal Berita Kriminal Lampung

LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.com): Azan Ashar terdengar samar, kilauan sinar merah di atas hamparan luas sawah Desa Brajaemas, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, menandakan akan tenggelamnya lembayung senja menyambut malam. 

Sekelompok penanam padi seolah asik bermain di atas lumpur di hamparan yang indah, di bawah kilauan cakrawala sore hari. Mereka tak lain pekerja keras untuk menerima upahan dengan jasa menanam padi. "Ya, begini lah pekerjaan kami kalau musim tanam padi, menjadi upahan tanam, kata Marmi, perempuan buruh tani.

Jika dilihat sepintas di areal sawah Desa Brajaemas dalam waktu sore dengan cuaca redup seolah seperti tempat wisata. Di sisi utara sawah terbentang jembatan gantung di atas sungai besar yang muaranya ke Laut Labuhanmaringgai. Lalu-lalang masyarakat dengan membawa sepeda motor atau sepeda dayung dengan membonceng rumput (pakan ternak), menjadikan seolah dalam lukisan.

Jam dalam layar HP menunjukan pukul 17.00 WIB, serombongan penanam padi selesai mengerjakan tugasnya. Sisa lumpur yang menempel di pakaian mereka tak membuat risih. Ada yang bersih-bersih di pinggir sungai menghilangkan sisa lumpur yang melekat di tangan dan kaki, ada yang menikmati sisa makanan yang dibawa dari rumah.

Kemudian, mereka berkumpul di atas pematang sawah. Laksana anak-anak sedang menunggu akan dibagikan sesuatu dari orangtua. Ternyata mereka menerima lembaran-lembaran uang hasil buruh tanamnya dari sang majikan. Kertas kertas kumel (uang) itu dicabut dari dalam plastik lalu dibagikan kepada buruh tani.

Marmi mengatakan, selama sehari menanam padi satu orang mendapat upah Rp25 ribu. Dan, itu nilai rupiah yang sudah umum sebagai upahan tanam padi. Daripada nganggur, kalau musim tanam seperti ini bisa menjadi masukan kami, meskipun hanya Rp25 ribu sehari, kata Marmi, tersenyum. (SUSANTO/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16907


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved