Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Mensos: Bantuan Sosial Non Tunai Tekan Kemiskinan 0,3 Persen
Lampungpro.co, 04-Mar-2017

Lukman Hakim 2112

Share

JAKARTA (Lampungpro.com): Program bantuan sosial non-tunai yang digulirkan pemerintah mampu menekan kemiskinan hingga 0,3 persen. Angka tersebut didapat dari hasil kajian yang dilakukan Bank Dunia (World Bank), di mana PKH telah menjangkau 6 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

"Efektifitas Bansos Non Tunai cukup berkontribusi besar dalam menekan jumlah penduduk miskin di Indonesia," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam penyaluran Bansos Non Tunai PKH di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (3/3/2017).

Menurut dia, penyaluran bansos non tunai merupakan penerapan strategi nasional keuangan inklusif yang diluncurkan Presiden Joko Widodo akhir tahun 2016 lalu. Pemerintah menargetkan indeks keuangan inklusif mencapai 75 persen tahun 2019 mendatang dari sebelumnya yang hanya 36 persen.

Khofifah menerangkan, keuangan inklusif membuat penduduk, khususnya kelompok masyarakat miskin terhubung dengan peluang ekonomi. Minimnya akses pada layanan jasa keuangan membatasi kemampuan seseorang untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Dia menilai banyak manfaat sosial yang diperoleh jika bantuan sosial disalurkan secara non tunai. Selain meningkatkan taraf hidup dan aksesibilitas lembaga keuangan, masyarakat juga diajarkan untuk menabung.�Khofifah menerangkan, tahun 2017 ini ditargetkan sebanyak tiga juta KPM Program Keluarga Harapan (PKH) di 98 kota dan 200 kabupaten akan menikmati aksesibilitas perbankan akhir tahun ini.

Selain itu, sebanyak 1,2 juta KPM di 44 kota juga telah menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). "Tahun 2018, Kemensos akan mendorong Bappenas untuk menambah jumlah KPM hingga 9 juta. Jika terwujud maka kontribusi terhadap penurunan kemiskinan bisa mencapai 0,75 persen," kata dia.

Dalam kunjungannya ke Tasikmalaya, Khofifah menyerahkan bantuan senilai Rp116,8 miliar. Nilai itu terdiri dari PKH non tunai Rp49,7 miliar kepada 27.623 keluarga; bantuan pangan non tunai Rp65,4 miliar kepada 49.617 keluarga; bansos UEP-KUBE Rp900 juta kepada 45 kelompok; dan bantuan E-Warong Rp450 juta kepada 45 kelompok. Kemudian, bansos disabilitas Rp30 juta kepada 10 orang; bansos lansia Rp160 juta kepada 80 jiwa, dan bantuan hibah dalam negeri Rp78 juta kepada 370 keluarga.�(*/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Arinal Djunaidi Manusia Penuh Keberuntungan, Akankah Menang...

Pasalnya, menurut catatan Nyonya Lee tak pernah dua kali...

22202


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved