BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Tim peneliti dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela) bersama Universitas Lampung (Unila) terus mengembangkan riset budidaya tebu berkelanjutan melalui pemanfaatan lahan penelitian jangka panjang yang telah berlangsung selama 37 tahun.
Penelitian tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi ilmiah guna meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendukung pertanian yang ramah lingkungan.
Lahan penelitian tersebut memiliki sejarah panjang dalam pengembangan ilmu pertanian di Indonesia. Sejak 1987, kawasan itu menjadi lokasi penelitian Olah Tanah Konservasi yang dipelopori oleh pakar ilmu tanah Unila, Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc., dan hingga kini tetap menjadi laboratorium lapangan untuk berbagai penelitian strategis.
Saat ini, estafet penelitian dilanjutkan oleh tim peneliti lintas institusi. Tim dari Polinela dipimpin Irene Zaqyah, S.P., M.Si., yang berkolaborasi dengan tim Unila di bawah koordinasi Nur Afni Afrianti, S.P., M.Sc., serta mendapat pendampingan Guru Besar Perkebunan Unila, Prof. Dr. Ir. Rusdi Evizal, M.S.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang berfokus pada tanaman pangan semusim seperti jagung dan padi gogo, riset kali ini diarahkan pada komoditas tebu sebagai salah satu tanaman perkebunan unggulan di Provinsi Lampung.
Penelitian tersebut bertujuan mengkaji pengaruh sistem pengolahan tanah jangka panjang serta efisiensi penggunaan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman tebu. Melalui riset ini, para peneliti ingin memperoleh teknologi budidaya yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu menekan biaya produksi petani.
Hingga saat ini, penelitian telah memasuki tahap pengamatan pertumbuhan awal pada siklus ratoon pertama. Berdasarkan hasil sementara, tim peneliti menemukan bahwa perbedaan metode pengolahan tanah maupun variasi dosis pupuk urea belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan awal tanaman tebu.

Meski demikian, penelitian akan terus berlanjut hingga memasuki fase pertumbuhan vegetatif, masa kemasakan, produksi panen, hingga siklus ratoon kedua. Pengamatan lanjutan tersebut diharapkan menghasilkan data yang lebih komprehensif sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknologi budidaya bagi petani, industri gula, maupun pemangku kepentingan di sektor perkebunan.
Menurut tim peneliti, keberlanjutan riset agronomi jangka panjang seperti ini memiliki peran penting dalam menjawab tantangan peningkatan produktivitas tebu tanpa mengabaikan aspek konservasi lingkungan. Selain itu, hasil penelitian diharapkan mampu menjadi acuan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sehingga biaya produksi dapat ditekan.
Pelaksanaan penelitian ini mendapat dukungan pendanaan dari Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SIMP2M) Politeknik Negeri Lampung melalui skema DIPA Tahun Anggaran 2026.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polinela dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang tidak hanya memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor pertanian, mendukung swasembada gula nasional, serta menjaga keberlanjutan lingkungan di Indonesia. (***)
Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
8197
Bandar Lampung
476
Bandar Lampung
512
Bandar Lampung
667
476
30-Jul-2026
512
30-Jul-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia