Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Menteri Pariwisata Thailand Puji Booth Pameran Indonesia
Lampungpro.co, 17-Feb-2017

1254

Share

BANGKOK (Lampungpro.com): Booth pameran milik Indonesia di Thai International Travel Fair (TITF) 2017 menuai pujian. Keunikan booth ini diakui Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul dan President Thai Travel Agent Association (TTAA) Suparerk Soorangura.

Baik Kobkarn maupun Suparerk memuji booth ini saat mengunjungi pameran yang dimulai sejak tanggal 15 hingga 19 Februari di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok, Thailand.

Saat itu Kobkarn mengunjungi booth Wonderful Indonesia yang sedang memperagakan pembuatan Batik Jogjakarta, Solo, dan Semarang. Katanya, batik ketiga daerah itu sangat menarik di Indonesia. Sebab, desainnya sangat indah dan menawan. Selamat kepada Indonesia. Selanjutnya, tentu saja kita akan terus menjalin kerjasama dengan Indonesia untuk meningkatkan Pariwisata di Asia Tenggara, ujar Kobkarn kepada wartawan disela-sela kunjungannya ke acara TITF.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani Mustafa yang setia mengawal pameran langsung sigap menyambut pejabat negeri Gajah Putih itu. Dia menjelaskan komponen yang berada di booth tanah air.

Wanita jebolan Institute Tekhnologi Bandung (ITB) itu memperlihatkan semua kegiatan booth. Mulai dari aktivitas yang aktraktif dan interaktif, memperkenalkan barista yang sedang menggodok kopi, mempersilahkan ke refreshment corner, dan melihat demo batik atau workshop corner. Hingga menjelaskan fungsi dan isi Virtual Reality (VR) Corner Wonderful Indonesia, games dan gift redemption. Serta, peta digital ukuran besar yang memperlihatkan indahnya Indonesia. Terutama, 10 Destinasi Prioritas yang ditetapkan Kemenpar.

Pujian juga diungkapkan oleh President Thai Travel Agent Association (TTAA) Suparerk Soorangura. Indonesia negara besar dengan banyak destinasi wisata yang indah. Tentu, acara kami menjadi sangat luar biasa dengan keikutsertaan Indonesia di pameran kami, ujar Suparerk disela-sela pembukaan acara tersebut.

TITF 2017 merupakan pameran besar di Thailand khususnya pada periode pertama yaitu 20 th TITF. Dalam pameran tersebut, Kemenpar menyewa lahan 90 meter persegi yang terletak di Hall A. Memfasilitasi 20 industri pariwisata (TA/TO dan akomodasi/atraksi/DMO/minat khusus). Mulai dari destinasi yang dipilih berdasarkan akses direct flight, tujuan wisata minat khusus (wisata selam), dan tujuan wisata yang berhubungan dengan religi (Agama Budha). Yaitu Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Menpar Arief Yahya memang menetapkan standar booth yang terbaik dengan angel paling menonjol. Agar bisa dijadikan objek selfie, layak masuk ke media sosial, dan harus menggambarkan Wonderful Indonesia. Sebab, yang dijual di Pariwisata adalah keindahan, sensasi, keunikan, karakter budaya dan alam.

Rizki mengawal pameran dan memantau Table Top di Hotel Marriott. Dia terus mencari trik untuk menarik Wisman Thailand ke Indonesia. Dia berharap, pameran besar seperti TITF 2017 itu bisa diselenggarakan di Indonesia. Dengan tuan rumah para industri dan pelaku Pariwisata Indonesia.

Selain itu, Rizki membeberkan, Indonesia dan Thailand sepakat mengembangkan bisnis yacht (kapal layar) di kawasan segitiga destinasi wisata bahari Sabang (Aceh) - Langkawi (Malaysia) - Phuket (Thailand). Hal itu disepakati dalam pertemuan bilateral yang diwakili oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Pariwisata Thailand Kobkarn Wattanavrangkul beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Thailand membutuhkan kerja sama beberapa negara dalam pengembangan wisata yacht. Meski begitu, tiap negara tetap perlu memerhatikan regulasi yang ada di masing-masing negara.

Menteri Pariwisata Thailand Kobkarn Wattanavrangkul menyambut baik kerja sama pengembangan wisata yacht antara Indonesia dan Thailand. Dia menganggap wisata yacht sesuai dengan rencana pengembangan pariwisata di Thailand.

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Menuju Kota Metropolitan, Bandar Lampung Dinilai Masih...

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

6013


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved