LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.com): Seluruh nelayan tradisional yang ada di Kecamatan Labuhanmaringgai, Lampung Timur, menolak keras jika nelayan trol nekat turun ke laut. Hal itu disampaikan Bandrio, mewakili nelayan tradisional, saat dikonfirmasi melalui ponsel, Sabtu (26/8/2017).
Menurut Bandrio, nelayan tradisional yang ada di Labuhanmaringgai, berjenis nelayan bagan, jaring rajungan, jaring kembung, jaring plek, dan jaring udang, dengan jumlah nelayan 1.377. Mereka bersikukuh menolak jaring trol. Jika jaring trol tetap nekat berlayar saya tidak tanggung jawab, pasti bakal ada perpecahan antarnelayan, kata Bandrio.
Sehingga, kata dia, apa yang disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Lampung Timur, Yudinal, saat musyawarah bersama nelayan trol di aula kantor Camat Labuhanmaringgai, dengan mempersilahkan jaring trol untuk beraktivitas itu sama artinya mengadu nelayan trol dan nelayan tradisional.
Padahal sudah jelas yang telah disampaikan Dirjen Tangkap Sjarief Wijaya, menegaskan trol tidak boleh beraktivitas, dan pemerintah memberikan solusi akan memberi bantuan alat tangkap pengganti jaring trol dengan alat tangkap jenis gilnet.
Nelayan tradisional waktu itu menyetujui solusi dengan penggantian alat tangkap untuk nelayan trol. Artinya, sebelum bantuan jaring itu turun kami tetap menolak keras nelayan trol turun melaut, kata Bandrio.
Sementata itu ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lampung Timur, Bayu Witara, mengatakan pihaknya berada di tengah tengah konflik antara nelayan trol dan tradisional. Artinya, tidak membela siapa-siapa, dengan tujuan agar suasana nelayan di Labuhanmaringgai bisa kondusif.
Jangan dianggap permasalahan nelayan saat ini biasa-biasa saja. Jika pemerintah, baik provinsi dan pemkab setempat kurang cermat maka perselisihan nelayan trol dan tradisional bisa menjadi peristiwa membesar, kata Bayu.
Bayu mengakui sudah mendengar bahwa Dinas Perikanan dan Peternakan Lampung Timur sudah mengizinkan trol untuk turun, tapi harus melengkapi surat-surat kepelayaran. Begitu pula jika nelayan tradisional akan melontarkan kekecewaanya itu hal yang lumrah, karena nelayan tradisional berpatokan dengan bahasa pak Dirjen Tangkap saat berkunjung ke Labuhanmaringgai pada (13/8/2017). "Kalau bisa saran kami, jangan sampai ada kekisruhan antara nelayan trol dan tradisional, kata dia. (SUSANTO/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
15721
EKBIS
8289
Bandar Lampung
5674
Bandar Lampung
4029
Bandar Lampung
3886
135
03-Apr-2025
236
03-Apr-2025
255
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia