Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ribuan Nelayan Tradisional Lampung Timur Tolak Nelayan Trol Melaut
Lampungpro.co, 27-Aug-2017

Lukman Hakim 1590

Share

LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.com): Seluruh nelayan tradisional yang ada di Kecamatan Labuhanmaringgai, Lampung Timur, menolak keras jika nelayan trol nekat turun ke laut. Hal itu disampaikan Bandrio, mewakili nelayan tradisional, saat dikonfirmasi melalui ponsel, Sabtu (26/8/2017).

Menurut Bandrio, nelayan tradisional yang ada di Labuhanmaringgai, berjenis nelayan bagan, jaring rajungan, jaring kembung, jaring plek, dan jaring udang, dengan jumlah nelayan 1.377. Mereka bersikukuh menolak jaring trol. Jika jaring trol tetap nekat berlayar saya tidak tanggung jawab, pasti bakal ada perpecahan antarnelayan, kata Bandrio.

Sehingga, kata dia, apa yang disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Lampung Timur, Yudinal, saat musyawarah bersama nelayan trol di aula kantor Camat Labuhanmaringgai, dengan mempersilahkan jaring trol untuk beraktivitas itu sama artinya mengadu nelayan trol dan nelayan tradisional.

Padahal sudah jelas yang telah disampaikan Dirjen Tangkap Sjarief Wijaya, menegaskan trol tidak boleh beraktivitas, dan pemerintah memberikan solusi akan memberi bantuan alat tangkap pengganti jaring trol dengan alat tangkap jenis gilnet.

Nelayan tradisional waktu itu menyetujui solusi dengan penggantian alat tangkap untuk nelayan trol. Artinya, sebelum bantuan jaring itu turun kami tetap menolak keras nelayan trol turun melaut, kata Bandrio.

Sementata itu ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lampung Timur, Bayu Witara, mengatakan pihaknya berada di tengah tengah konflik antara nelayan trol dan tradisional. Artinya, tidak membela siapa-siapa, dengan tujuan agar suasana nelayan di Labuhanmaringgai bisa kondusif.

Jangan dianggap permasalahan nelayan saat ini biasa-biasa saja. Jika pemerintah, baik provinsi dan pemkab setempat kurang cermat maka perselisihan nelayan trol dan tradisional bisa menjadi peristiwa membesar, kata Bayu.

Bayu mengakui sudah mendengar bahwa Dinas Perikanan dan Peternakan Lampung Timur sudah mengizinkan trol untuk turun, tapi harus melengkapi surat-surat kepelayaran. Begitu pula jika nelayan tradisional akan melontarkan kekecewaanya itu hal yang lumrah, karena nelayan tradisional berpatokan dengan bahasa pak Dirjen Tangkap saat berkunjung ke Labuhanmaringgai pada (13/8/2017). "Kalau bisa saran kami, jangan sampai ada kekisruhan antara nelayan trol dan tradisional, kata dia. (SUSANTO/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

15721


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved