BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Selama 2016, Ombudsman RI Perwakilan Lampung menerima 835 laporan pengaduan masyarakat . Dari jumlah itu, yang terbanyak laporan untuk aparat kepolisian. Yaitu, laporan untuk polres sebesar 66,59%, polresta sebesar 9,46%, dan sisanya laporan untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Salah satu bentuk penyelesaian laporan yang ditangani Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung yaitu terkait proyek pembangunan jalan tol yang menghubungkan antara Provinsi Lampung dan Palembang atau yang disebut Tol Trans Sumatra (JTTS).
Menurut Nur Rakhman permasalahan bermula ketika Kepala Desa Rantau Minyak menyebarkan surat pernyataan pemotongan dana pembebasan lahan sebesar tiga persen kepada warga. Ada�sekitar 142 kepala keluarga di Desa Rantau Minyak terkena pembebasan lahan untuk proyek JTTS.�
Merasa ada kejanggalan, salah seorang warga melaporkan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kepala Desa Rantau Minyak yang diperkirakan akan berujung ke tindak pidana korupsi tersebut kepada Ombudsman perwakilan Provinsi Lampung.
Ia juga mengatakan, ke depan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung juga terus memperhatikan adanya dugaan pungli terkait ganti rugi pembebasan jalan tol tersebut mengingat masih banyak warga yang belum mendapatkan ganti rugi. (*/PRO2)
Berikan Komentar
Sebagai salah satu warga Bandar Lampung yang jadi korban...
4129
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia