Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Orang Lampung Juara I Balapan di Jogja, Bagaimana Ceritanya?
Lampungpro.co, 24-Nov-2017

Lukman Hakim 952

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Wahyu Widodo (43), warga Jalan Soekarno-Hatta (bypass) ini mampu mendapat Juara I Kelas One Make Race (OMR) Volkswagen (VW) A 1641 cc satu karbulator. Awalnya Wahyu sempat mengalami masalah di kendaraan VW yang ia gunakan pada seri ke tiga laga.

Bahkan, ia sebelumnya sempat menggunakan sparepart bekas untuk balapan. "Saya juga jual aset berharga senilai Rp25 juta untuk mengikuti final Jogja Sprint Rally di Tambakrejo, Sleman, 11-12 November lalu," kata Wahyu kepada Lampungpro.com, Jumat (24/11/2017) siang..

Persiapan sekitar dua minggu dan berbagai masalah tak membuat Wahyu surut dan menyerah. Ia hanya fokus mempersiapkan tim dan kendaraan. "Sejak 2014 saya tekuni dunia balap, hanya ini yang berbeda," kata Wahyu di bengkel mobil miliknya, di Jalan Soekarno-Hatta.

Ia pun mengutarakan balap kali ini hanya membawa kepercayaan diri. Kendaraan yang digunakan ke Jogja pun merupakan VW untuk balapan. Ia pun mengutarakan saat sampai di Jogja tak ada waktu untuk latihan atau bahkan mengenal lintasan.

Pria bersuku Jawa ini juga sempat diejek lantaran mendapat poin cukup rendah. Tim lain hanya geleng-geleng kepala melihat Wahyu yang datang tanpa persiapan dan mendapat poin rendah. "Ya saya hanya modal yakin, sampai di Jogja ya langsung lomba," kata dia.

Seri pertama dan kedua, Wahyu sempat mendapat nasib baik lantaran memimpin klasemen. Namun, pada seri ketiga VW milik dia mengalami masalah pada mesin. "Sempat pakai sparepart bekas untuk setting mesin," kata dia.

Cobaan yang bertubi-tubi itu tak membuat Wahyu putus asa. Dukungan dari Club Safari Tetep Wagen (STW) membuatnya tetap semangat. Hingga seri terakhir atau ke empat, Wahyu mampu menyelesaikannya dengan baik. "Club STW bantu sesuai kemampuan, seperti sparepart dan material lain," kata dia.

Navigator Wahyu, Rahmat Cahyaning Gusti (21), mengaku sempat gugup. Ia merasa Wahyu lebih senior dibanding dirinya. "Saya ini masih pemula, beliau (Wahyu) sudah handal," kata dia.

Rahmat mengaku menjadi navigator merupakan tugas berat. Ini dikarenakan navigator harus mempelajari medan lapangan dan sirkuit tempat balapan. "Karena pemula, saya mendapat banyak arahan," kata dia.

Ia mengatakan kunci utama keberhasilan pembalap ialah pada navigator. Navigator dan pembalap harus bekerja sama agar mampu menyelesaikan balap dengan baik, bahkan juara. "Dari jauh, saya harus bisa membaca pikiran pembalap, sebelumnya juga nggak ada latihan," kata dia.

Dengan panjang lintasan sekitar 3,5 kilometer, Rahmat harus mampu berkonsentrasi penuh. Atas kerja sama yang baik itu, Wahyu pun mampu menyabet juara IV seri I OMR VW B 2000 cc, Juara II seri 2 OMR VW A 1641 cc, dan Juara I seri 4 OMR VW A 1641 cc. (SYAHREZA/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16855


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved