WAY KANAN (Lampro): Angka kemiskinan di Kabupaten Way Kanan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2015, tingkat kemiskinan di Way Kanan mencapai 62,09 ribu jiwa. Dengan adanya keluarga miskin itu pemerintah pusat mengeluarkan program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga yang dibagi menjadi empat program.
Yaitu, program beras untuk keluarga miskin, program penerima bantuam iuran program jaminan kesehatan, program penerima bantuan oprasional sekolah, dan program keluarga harapan. Selain itu, Pemkab Way Kanan, saat ini, juga sedang melakukan pendataan keluarga miskin yang ada di setiap kecamatan yang akan digunakan untuk memberikan bantuan agar tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.
"Ada beberapa indikator makro yang mempengaruhi tingkat kemiskinan. Yaitu, pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tingkat pengangguran terbuka, PDRB per kapita, kemiskinan, kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Way Kanan Rudi Joko.
Menurut dia, indeks pembangunan manusia ini semua data tahun 2015. Ditargetkan pada tahun 2016 dan 2017 dapat menurun dari tahun sebelumnya. Menurut dia, tingginya tingkat kemiskinan di Way kanan karena data yang masih ada tidak sesuai dengan data di lapangan.
Selain itu, secara umum persentase penduduk miskin terhadap jumlah seluruh penduduk Kabupaten Way Kanan menunjukkan tren menurun selama periode 2012-2015. Pemerintah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dari 69,37 ribu jiwa atau 16,54 persen pada tahun 2012 menjadi 63,09 ribu jiwa atau 14,61 persen pada tahun 2015. Ini mengalami penuruan yang signifikan. "Banyak faktor yang mempengaruhi perubahan perekonomian masyarakat salah satunya dengan adanya lapangan pekerjaan. Hal itu bisa mengurangi keluarga miskin karena telah memiliki penghasilan tersendiri," kata dia.
Menurut dia, ada beberapa program lain yang secara langsung atau tidak lagsung dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Seperti bantuan dana RS-RTLH perkotaan bagi fakir miskin. Kemudian, bantuan dana sarana lingkungan perkotaan bagi fakir miskin, dan program gerakan membangun desa (gerbang Desa Saburai) yang diberikan kepada 19 kampung/desa yang ada di Kabupaten Way Kanan dari tahun 2015-2017. Masing-masing kampung menerima Rp300 juta.
Rudi Joko mengharapkan dengan adanya kegiatan rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Way Kanan pada tahun 2017 dapat berjalan dengan maksimal. Serta, angka kemiskinan pada tahun 2021 dapat berkurang mencapai 50 persen lebih. Ini merupakan langkah maju untuk membangun dan mengembangkan Kabupaten Way Kanan lebih baik, dan mampu berdaya saing pada tahun 2021.
Sementara itu, Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony mengatakan, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Way Kanan harus dapat dikurangi setiap tahunnya dengan berbagai cara. "Bukannya tiap bulan menurun tapi malahan naik, ini yang tidak boleh harus bisa turun. Dan benar apa kata pak kepala (Rudi Jokoko) kalau bisa pada tahun 2021 angka kemiskinan bisa 50 persen lebih penurunannya," kata dia.
Mantan asisten III Sekkab Way Kanan itu, menjelaskan banyak faktor yang bisa mengurangi angka kemiskinan dari adanya pemasangan listrik kepada keluarga miskin, pemberian pendidikan gratis, dan kesehatan gratis juga dapat mengurangi jumlah keluarga miskin. (*/ANT/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17463
793
06-Apr-2025
450
06-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia