Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Penangkapan Teroris di Kaliurang Yogyakarta, ini Kata Jokowi
Lampungpro.co, 16-Jul-2018

Lukman Hakim 869

Share

JAKARTA (Lampungpro.com): Diperlukan upaya bersama seluruh komponen bangsa untuk mengatasi terorisme yang masih ada di Indonesia saat ini. Bahkan masyarakat diminta agar bekerja sama dengan aparat dalam melawan aksi radikalisme.

Hal itu diungkapkan Presiden RI, Joko Widodo, menanggapi aksi penembakan tiga terduga teroris di Kaliurang, Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (14/7/2018), usai meresmikan jalan tol Solo-Ngawi ruas Kartasura-Sragen, Minggu (15/7/2018).

"Kita harus sadar, yang namanya terorisme masih ada di Negara kita. Untuk itu, saya minta seluruh masyarakat ikut kerja sama dengan aparat untuk menyelesaikan masalah ini," kata dia.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai cara dalam menyelesaikan masalah terorisme, baik dengan menggunakan pendekatan lunak maupun pendekatan keras. Meski demikian, peran masyarakat masih tetap diperlukan.

"Pemerintah saya kira, sudah melakukan pendekatan lunak dan keras. Tetapi sekali lagi ini merupakan ancaman yang harus diselesaikan dengan baik oleh aparat hukum," kata Presiden Jokowi.

Sejumlah dosen yang tergabung dalam Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Asdanu) berkomitmen menjaga pengaruh ajaran dan gerakan radikal yang ada di kampus-kampus se Indonesia.

Ketua Pelaksana Asdanu, KH Wafiyul Ahdi menjelaskan, pihaknya konsisten akan terus mengawal dan menjaga sejumlah perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia dari paham radikal. Bahkan komunikasi dan koordinasi di internal pengurus Asdanu telah berjalan selama setahun, untuk saling memberikan informasi terkait radikalisme.

"Setelah satu tahun deklarasi, sampai saat ini terus intens berkomunikasi untuk menjaga kampus kita masing-masing dari radikalisme," katanya, saat menggelar seminar nasional di Universitas KH A Wahab Hasbullah Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (15/7/2018).

Menurutnya, pengawasan terhadap kemungkinan masuknya radikalisme di kampus-kampus tidak boleh dianggap remeh. Sehingga, kejadian beberapa waktu lalu terkait terorisme yang berada di lingkungan perguruan tinggi harus menjadi perhatian serius. (**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16048


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved