Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pendeta Christya: Kerahiman itu Seluruh Peristiwa yang Dihayati
Lampungpro.co, 23-Sep-2017

Lukman Hakim 1250

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Pendeta Christya Prihanto Poetro selaku Pendeta dari (Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan) GKSBS Pringsewu menjelaskan Kerahiman Ilahi dalam perspektif Agama Kristen. Kerahiman adalah seluruh peristiwa yang dihayati seluruh Umat Kristen Protestan, kata Christya, dalam dialog Kehidupan Lintas Agama dengan mengusung tema Kerahiman Allah dalam Prespektif Agama-agama, di Aula Gereja Ratudamai, Telukbetung Sabtu (23/9/2017).

Mewakili umat GKSBS, ia mengatakan lewat Kerahiman Ilahi dapat digambarkan bahwa Allah dimaknai seperti seorang ibu yang menyayangi anaknya di dalam rahim. Dalam Agama Kristen pemahaman Kerahiman Ilahi dapat terlihat dari sikap untuk peduli kepada penderitaan sesama. Hadir sebagai penebar kerahiman dari Sang Esa untuk sesama dengan melakukan perbuatan kasih, ungkap Christya.

Dosen Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Jinarakkhita yakni Rapiadi Bhadraprisa, S.Ag., M.Pd.B. menjelaskan Kerahiman Ilahi dengan perspektif Agama Buddha. Kerahiman Tuhan adalah mutlak, ungkap Bikkhu ini. 

Ia menambahkan Kerahiman Tuhan dapat dirasakan lewat meditasi. Bukanlah meditasi yang diam di sebuah gunung atau kuil-kuil berjam-jam, kata dia.

Ia menjelaskan dalam Agama Buddha meditasi adalah menjalani hidup dengan mengamalkan ajaran Buddha yakni Cattari Brahma Vihara (Empat Pikiran Nirbatas) yang adalah Cinta Kasih (Metta), Belas Kasih (Karuna), Bela Suka (Mudita), Tenang Seimang (Upekkha).

Ada juga, Romo Valentinus Teja Anthara, SCJ Pastor Hirarki Keuskupan Tanjungkarang menjelaskan Kerahiman Ilahi dengan perspektif Agama Khatolik. Kerahiman Allah berasal dari bahasa ibrani yakni rahamin dan khesed, yaitu dua ungkapan yang dipakai untuk menyebut sifat kasih Allah, ungkapnya.

Dalam Khatolik Kerahiman Ilahi yakni Allah yang melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga, menerima tanpa syarat dan mengampuni.

Selain itu, acara ini juga dihadirkan suatu pentas seni dari para pemuda-pemudi dari tiap-tiap golongan agama yakni dari UIN Radin Intan, (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) GMKI, UKM Permadu (Hindu) Darmajaya dan Mahasiswa STAB Jinarakkhita serta para Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Tanjungkarang.  (**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16072


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved