JAKARTA (Lampungpro.com): Upaya melipatgandakan populasi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) terkendala akibat keberadaan kantung-kantung kawasan hutan yang menjadi habitat satwa langka ini semakin terancam. Hal itu dikatakan Direktur Kebijakan, Keberlanjutan, dan Transformasi WWF Indonesia Aditya Bayunanda pada peluncuran kampanye #30Claps di Jakarta, Jumat (28/7/2017).
Dia mengatakan pencapaian target program double tiger (TX2) masih terus diupayakan di Indonesia. Menurut dia, penambahan populasi harimau sumatera bisa cepat terjadi, mengingat cara satwa ini berkembang biak sama dengan kucing peliharaan di rumah. "Hanya persoalannya bagaimana memastikan agar habitatnya tidak berkurang dan satwa ini tidak diburu dan tidak dibunuh akibat konflik. Itu saja kuncinya kalau untuk harimau."
Menurut Aditya, pemerintah harus lebih tegas menetapkan mana daerah hutan yang harus dilindungi dan tidak boleh ada kompromi sebagai habitat satwa langka ini. Perlindungan habitat untuk harimau sumatera harus benar-benar kuat pelaksanaannya, mengingat pembalakan liar, perburuan, dan alih fungsi lahan masih terjadi.
"Kantung-kantung kawasan hutan yang tersisa di Sumatera harus benar-benar dijaga, apalagi daya jelajah harimau luas hingga keluar dari kawasan hutan. Para pemegang konsesi yang di wilayahnya ada harimau harus proaktif menjaga, karena masih banyak ditemukan jebakan yang sebenarnya mungkin bukan untuk harimau tapi kena harimau," lanjutnya.
Perburuan harimau juga masih ada, dan kasus terakhir terjadi di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Meski penegakan hukum semakin diperkuat, menurut dia, belum akan memberi efek jera karena hukuman yang diberikan masih tergolong ringan.
Jika memang harimau sumatera menjadi ikon Indonesia sudah seharusnya hukuman untuk pelaku kejahatan ini lebih berat. Karena, selama ini, perburuan itu masih dilihat biasa bukan sebuah tindak kejahatan. "Terus terang, untuk Indonesia tren (populasi harimau) menurun. Jadi, beberapa tahun lalu populasinya mencapai 400 sekarang malah di bawah itu, 371 individu," ujar Aditya.
Data WWF, dilansir Antara, menyebutkan total harimau dari 11 negara yang masih memiliki satwa langka ini mencapai 3.890 individu. Dari sejumlah negara hanya India dan Nepal yang sejauh ini berhasil menaikkan populasi harimau. "Penurunan populasi terjadi di Indonesia, Malaysia, China, sedangkan di Rusia angka populasi harimau mulai stagnan," kata Aditya. (**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16882
Lampung Selatan
5440
195
05-Apr-2025
324
05-Apr-2025
237
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia