Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pilgub Lampung 2018 Berujung Prosesi Ruwatan di Tugu Adipura
Lampungpro.co, 02-Jul-2018

Erzal Syahreza 1132

Share

Pilgub Lampung 2018, Politik Uang, Posko Demokrasi, Prosesi Ruwatan, Lampung, Bandar Lampung, Lampungpro.com, Arinal Djunaidi, Chusnunia Chalim, Pilkada Serentak 2018, Nyonya Lee, Sugar Group Companies, Lampung Darurat, Elit Politik

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Aksi protes terhadap dugaan politik uang oleh salah satu pasangan calon pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 tak kunjung berhenti. Salah satu kelompok yang konsisten melawan dugaan politik uang ialah Posko Demokrasi. Kali ini, Posko Demokrasi menggelar prosesi Ruwatan di Tugu Adipura, Senin (2/7/2018).

Penanggungjawab acara, Abdul Rahman menuturkan, dugaan politik uang pada Pilgub Lampung 2018 telah menghancurkan peradaban Lampung yang tercantum dalan Piil Pesenggiri. Piil Pesenggiri diartikan sebagai segala sesuatu yang menyangkut harga diri, perilaku dan sikap guna menjaga nama baik. "Orang Lampung bisa mempertaruhkan nyawa demi Piil Pesenggiri," kata dia.

Adanya dugaan politik uang pada Pilgub Lampung 2018 dinilai telah menciderai demokrasi dan Piil Pesenggiri. Laporan adanya politik uang dengan menyuap masyarakat senilai Rp50 ribu untuk memilih salah satu pasangan calon harus segera ditindaklanjuti.

Pihaknya pun mendesak Kapolri segera menangkap pelaku dugaan politik uang. Jika terus dibiarkan, kata dia, masyarakat Lampung bisa sangat marah. "Aktor politik uang harus segera ditangkap," kata Abdul.

Sementara, koordinator Posko Demokrasi, Rismayanti Borthon menerangkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah momentum sakral. Pilkada tidak hanya memilih pemimpin, tetapi juga solusi dari banyaknya persoalan masyarakat. "Kelakuan yang nggak wajar seperti politik uang tidak boleh dimaklumi," kata Rismayanti.

Dugaan politik uang yang terjadi di Lampung merupakan cerminan bahwa etika politik sudah tidak ada. Demokrasi hanya sebagai guyonan dan keinginan berkuasa dengan menghalalkan segala cara. "Politik sudah tidak bermoral," kata dia. (SYAHREZA/PRO3)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved