BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terapan (SIPTEKTERA) 2026 di GOR Kampus Polinela, Sabtu (29/8/2026).
Mengusung tema “Sinergi Inovasi Sains Terapan dan Transformasi Digital dalam Akselerasi SDGs”, SIPTEKTERA 2026 menjadi ruang pertemuan bagi perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, akademisi, peneliti, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi riset dan mendorong hasil penelitian terapan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur Lampung, Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. Kehadiran pemerintah daerah dalam forum tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri, khususnya dalam mengembangkan inovasi yang mendukung pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Mirza menilai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan transformasi digital menjadi faktor penting yang akan menentukan arah pembangunan Lampung ke depan. Menurutnya, perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat menuntut seluruh pihak untuk mampu beradaptasi dan menghasilkan inovasi yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan daerah.
Ia mengatakan pembangunan Lampung tidak dapat lagi hanya mengandalkan pola-pola konvensional. Perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar berbagai perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menyelesaikan persoalan pembangunan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Gubernur adalah pentingnya hilirisasi hasil riset. Menurutnya, keberhasilan sebuah penelitian tidak cukup hanya dilihat dari jumlah penelitian maupun publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana hasil penelitian tersebut dapat diterapkan dan memberikan dampak ekonomi maupun sosial.
Karena itu, diperlukan jembatan yang kuat antara peneliti dengan pemerintah dan dunia industri. Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk, teknologi, maupun model penerapan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Transformasi digital, lanjut Mirza, juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan daya saing daerah. Pemanfaatan teknologi dapat membantu pemerintah mengambil keputusan berdasarkan data, meningkatkan efisiensi pelayanan publik, memperkuat produktivitas sektor ekonomi, sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Dalam konteks pembangunan Lampung yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan, sinergi antara inovasi terapan dan transformasi digital dinilai semakin penting. Perguruan tinggi vokasi seperti Polinela memiliki posisi strategis karena proses pendidikannya memiliki kedekatan dengan kebutuhan dunia kerja, industri, serta persoalan nyata di masyarakat.
Mirza berharap SIPTEKTERA tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi mampu melahirkan kerja sama konkret. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui riset bersama, pengembangan inovasi, hilirisasi teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penerapan hasil penelitian di berbagai sektor pembangunan.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menegaskan komitmen Polinela untuk terus memperkuat kontribusi pendidikan vokasi melalui pengembangan sumber daya manusia, penelitian terapan, inovasi, dan kemitraan dengan berbagai pihak.
Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki karakteristik yang kuat dalam menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh sebab itu, penelitian yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi vokasi juga harus memiliki orientasi pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat maupun industri.
Perkembangan teknologi digital, kata Dwi Puji, telah membawa perubahan besar di berbagai sektor. Dunia industri saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi, berpikir inovatif, menyelesaikan persoalan, serta bekerja secara kolaboratif.
Atas dasar itu, Polinela terus berupaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa, pengembangan penelitian terapan, kerja sama dengan industri, serta penciptaan inovasi menjadi bagian dari upaya menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing.
Ia menilai tema SIPTEKTERA 2026 memiliki relevansi kuat dengan arah pengembangan pendidikan vokasi. Sinergi antara sains terapan dan transformasi digital menjadi salah satu kunci agar perguruan tinggi mampu mengikuti perubahan zaman sekaligus menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung.
Polinela juga memandang pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai tanggung jawab bersama. Perguruan tinggi memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan teknologi, serta kemitraan dengan berbagai sektor.
Dalam pelaksanaannya, penelitian terapan di Polinela diarahkan untuk menjawab kebutuhan konkret, mulai dari pengembangan teknologi tepat guna, peningkatan produktivitas, efisiensi proses, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, hingga penguatan daya saing sektor unggulan daerah.
Penggunaan Cetik Lampung dalam seremoni pembukaan SIPTEKTERA 2026 juga menjadi simbol bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian identitas serta kekayaan budaya daerah.
Memasuki agenda utama, SIPTEKTERA 2026 menghadirkan seminar dan diskusi panel yang dipandu Jakty Kusuma, S.P., M.P., Ph.D. Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, dan industri dengan perspektif yang saling melengkapi.
Dr. Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., M.M., Kepala Tim Hilirisasi dan Industri pada Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), membawakan materi mengenai arah kebijakan hilirisasi riset dan transformasi digital pendidikan vokasi dalam mendukung percepatan pencapaian SDGs.
Dari bidang ekonomi pertanian, Prof. Dr. Fitriani, S.P., M.E.P., Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian sekaligus dosen Program Studi Agribisnis Pangan, Jurusan Ekonomi dan Bisnis Polinela, membahas ekonomi produksi hijau dan inovasi agribisnis pangan dalam mendukung SDGs.
Perspektif keberlanjutan turut disampaikan Prof. Dr. Eng. Ir. Udin Hasanudin, M.T., Guru Besar Universitas Lampung bidang Pengelolaan Limbah Agroindustri. Ia membahas konsep agroindustri berkelanjutan dan ekonomi sirkular, termasuk upaya mengubah limbah menjadi energi maupun produk bernilai tambah.
Sementara dari sektor industri, Ibun Parnadi, S.P., Manager Research and Development (R&D) Great Giant Foods, memaparkan transformasi digital agroindustri terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas bahan baku, efisiensi proses, dan daya saing di pasar global.
Pemaparan para narasumber kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk mendalami berbagai isu sekaligus menggali peluang penerapan hasil riset dan inovasi pada sektor pemerintahan, industri, pendidikan, maupun masyarakat.
Rangkaian seminar utama ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada para narasumber. Kegiatan kemudian berlanjut pada sesi diseminasi hasil penelitian melalui presentasi makalah secara paralel di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Polinela.
Sesi tersebut menjadi ruang bagi para peneliti dan akademisi untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus mendapatkan masukan dari peserta lainnya. Selain memperluas pertukaran pengetahuan, forum tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang terbentuknya jejaring dan kolaborasi riset baru.
Melalui SIPTEKTERA 2026, Polinela menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pembangunan. Riset terapan, inovasi, transformasi digital, serta kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan solusi teknologi yang berdampak bagi masyarakat.
Pada akhirnya, sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap terwujudnya Lampung yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Polinela sebagai salah satu penggerak inovasi dan pengembangan teknologi terapan di daerah. (***)
Editor : Sandy,
Berikan Komentar
“Beras naik terus, pemerintah ini ngapain aja?” Pertanyaan itu...
816
Kominfo Lampung
1002
Lampung Utara
465
Kominfo Lampung
960
352
29-Aug-2026
482
29-Aug-2026
434
29-Aug-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia