JAKARTA (Lampungpro.com): Program deradikalisasi yang dijalankan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diakui cukup bagus dan berhasil. "Buktinya banyak para ikhwan yang dulunya radikal sekarang menjadi moderat," kata Mantan teroris Khairul Ghazali alias Abu Ahmad Yasin dikutip dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (18/3/2017).
Kalaupun ada bekas pelaku terorisme yang belum "sembuh" dan kembali ke pemahaman jihad yang lama, yang sebenarnya salah, menurut dia jumlahnya tidak banyak. Khairul juga menilai langkah pemerintah dengan merangkul para mantan kombatan untuk membantu program deradikalisasi juga cukup efektif. Karena, orang telah terkena ideologi kekerasan akan sulit didekati oleh orang di luar mereka. "Salah satu kunci deradikalisasi itu ialah kita harus dekat dengan mantan pelaku teror itu. Harus dekat dan harus dengan hati," kata dia.
Khairul yang pernah menjadi idiolog pelaku teror itu mengatakan orang-orang yang menganut ideologi kekerasan tidak bisa disadarkan dengan argumentasi. "Mereka itu bukan orang yang perlu dinasihati, karena mereka sudah merasa bahwa mereka bisa dinasihati oleh dirinya sendiri," ungkap Khairul.
Menurut dia, pendekatan ekonomi justru lebih bagus digunakan untuk mendekati para penganut ideologi kekerasan daripada pendekatan ideologi. "Kenapa? Mereka melihat negara memperhatikan aku, negara memperhatikan anak-anakku, oh negara memperhatikan istri dan keluargaku. Dengan begitu mereka akan melunak, apalagi bila kondisi perekonomiannya juga baik," kata dia.
Menurut dia, para mantan pelaku aksi terorisme setelah menjalani hukuman pasti butuh pekerjaan agar mereka tidak kembali ke jalan salah. Karena itu, mereka harus dilatih keterampilan. "Langkah ini harus cepat. Hari itu mereka dibebaskan maka hari itu juga sudah mulai diperhatikan," ujar Khairul yang kini mengasuh Pesantren Darusy Syifa di Desa Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Bagaimanapun, kata dia, mantan teroris itu adalah manusia biasa yang punya hati. Setelah keluar dari penjara hendaknya mereka tidak distigmakan macam-macam atau dikucilkan. "Juga keluarga dan anak-anaknya harus dibantu ekonominya. Setelah itu baru pelan-pelan kita ubah ideologinya. Ini adalah pendekatan yang dilakukan Pak Suhardi Alius (Kepala BNPT) dan memang cukup ampuh, kata dia. (**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16250
EKBIS
8879
Bandar Lampung
6217
125
04-Apr-2025
152
04-Apr-2025
134
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia