BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar upacara peringatan Hari Kartini Tahun 2026 dengan penuh khidmat di Lapangan Korpri, Senin (20/4/2026).
Peringatan tahun ini sendiri, mengusung tema "Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi," sebagai momentum untuk meneguhkan kembali peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Bertindak sebagai pembina upacara Wakil Ketua III DPRD Lampung, Maulidah Zauroh. Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, membacakan sejarah perjuangan Raden Ajeng (R.A) Kartini, yang menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia hingga saat ini.
Dalam amanat Gubernur Lampung yang disampaikan pembina upacara Maulidah Zauroh, setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan besar RA Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan, khususnya di bidang pendidikan dan kesetaraan hak.
Pemprov Lampung terus berkomitmen mendorong pemberdayaan perempuan, melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Komitmen itu juga tercermin dari meningkatnya keterwakilan perempuan di lingkungan birokrasi Pemprov Lampung. Dari total 48 pejabat Eselon II, 14 jabatan diisi oleh sosok perempuan.
Hal tersebut menunjukkan perempuan Lampung memiliki kapasitas, kompetensi, dan daya saing tinggi dalam memimpin serta mengambil peran strategis di pemerintahan.
Melalui peringatan Hari Kartini 2026,
Pemprov Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk terus memperkuat pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan pelatihan berkualitas.
Kemudian mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi melalui UMKM dan kewirausahaan, memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan, serta membangun budaya yang menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan gender.
Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi pengingat, semangat Kartini harus terus hidup dalam setiap langkah perempuan Indonesia untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Dalam rangkaian upacara, Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan RA Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879 dari keluarga priyayi. Sejak kecil, Kartini telah merasakan pentingnya pendidikan, meskipun pada masa itu perempuan belum memiliki akses yang setara untuk menempuh pendidikan formal.
Saat berusia 12 tahun, Kartini harus menjalani tradisi pingitan. Namun keterbatasan tersebut tidak menghentikan semangat belajarnya. Ia aktif menulis surat kepada sahabat-sahabatnya di Belanda mengenai pandangannya tentang pendidikan, kebebasan perempuan, dan kesetaraan.
Kumpulan surat tersebut kemudian dibukukan dalam karya monumental berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Kartini meyakini bahwa pendidikan merupakan pintu kemajuan perempuan.
Pemikiran dan perjuangannya menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, sekaligus menjadi tonggak penting lahirnya kesadaran akan hak perempuan Indonesia, untuk memperoleh pendidikan yang layak, berpikir mandiri, serta memiliki kesempatan yang setara. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
236
22-Apr-2026
321
22-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia