PALESTINA (Lampungpro.com): Dua remaja Palestina ditemukan tewas di wilayah selatan Jalur Gaza yang terkepung, menyusul dua gelombang serangan udara Israel. Dua mayat dua anak laki-laki berusia 17 tahun tersebut ditemukan di kota Rafah pada Ahad pagi, kata Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian kesehatan Gaza seperti dikutip Al Jazeera.
Sedikitnya dua warga Palestina lainnya terluka, salah satunya dalam kondisi kritis, dan saat ini dirawat di fasilitas medis di Rafah. Dalam 24 jam terakhir, Israel mengatakan telah menargetkan 18 posisi Hamas. Mereka menyebut serangan itu sebagai tanggapan atas sebuah alat peledak buatan yang meledak di dekat perbatasan dengan Israel pada Sabtu pagi, melukai empat tentara Israel.
Menurut tentara Israel, enam serangan besar-besaran" ditujukan ke posisi Hamas berada, termasuk sebuah terowongan yang membentang dari Gaza ke Israel. Serangan berikutnya ditargetkan di kota Beit Hanoun, Rafah, Deir el-Balah, dan Khan Younis di bagian selatan yang digambarkan media Israel yang digambarkan instalasi militer Hamas.
Nyatanya kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan bahwa rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur F-16 Israel menghancurkan beberapa rumah sipil. Dalam serangkaian posting Twitter, partai politik Palestina Hamas menyalahkan Israel atas serangan tersebut.
"Perlawanan Palestina tidak akan mundur untuk melindungi rakyat Palestina, dan akan terus mempertahankannya dan menghadapi agresi musuh," kata gerakan yang mengatur Jalur Gaza pada Sabtu (17/2/2018) malam.
Serangan tersebut merupakan yang terbesar sejak 2014, ketika Israel melakukan serangan di jalur yang berlangsung selama lebih dari sebulan. Lebih dari 2.250 warga Palestina, termasuk hampir 1.500 warga sipil, tewas dan 11.000 lainnya terluka dalam serangan Agustus-Agustus 2014.
Mengomentari insiden Sabtu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggambarkan serangan tersebut hanay sebagai kejadian parah. "Kami akan merespon dengan tepat," kata Netanyahu dalam pernyataannya.
Blokade Israel di Jalur Gaza yang didudukinya telah terjadi sejak Juni 2007, ketika Israel memberlakukan blokade darat, laut dan udara di daerah tersebut. Israel menguasai wilayah udara dan perairan teritorial Gaza, serta dua dari tiga titik persimpangan, yang ketiga dikendalikan oleh Mesir.
Gerakan orang-orang yang masuk dan keluar dari Jalur Gaza terjadi melalui Beit Hanoun jika menyeberang dengan jalur Israel, dan melalui Rafah menyeberang lewat Mesir. Baik Israel maupun Mesir telah membuat perbatasan mereka ditutup dan bertanggung jawab untuk memburuknya situasi ekonomi dan kemanusiaan yang kian melemah.
Israel mengizinkan jalan melalui penyeberangan Beit Hanoun hanya dalam "kasus kemanusiaan yang luar biasa, dengan penekanan pada kasus medis yang mendesak". (**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16287
EKBIS
8920
Bandar Lampung
6254
154
04-Apr-2025
183
04-Apr-2025
156
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia