Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sidang Kasus Suap Unila Dianggap Remeh, Kades di Merbau Mataram ini Disemprot Ketua Majelis Hakim
Lampungpro.co, 02-Mar-2023

Febri Arianto 5903

Share

Kades Tanjung Baru, Merbau Mataram, Helmi Yusuf Saat Jadi Saksi Kasus Suap Unila (Pria Berpeci) | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Kepala Desa Tanjung Baru, Merbau Mataram, Lampung Selatan, Helmi Yusuf, disemprot Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang saat bersaksi dalam kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Lampung (Unila), Kamis (2/3/2023).

Hal itu dikarenakan, Helmi Yusuf dinilai mengentengkan dan menganggap remeh persidangan, sehingga Helmi diminta untuk menjawab secara jujur pertanyaan yang dilontarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

"Jangan mengentengkan dan menganggap remeh persidangan, resapi pertanyaan, dan dijawab dengan jujur. Jawab saja jujur dengan posisi sekarang," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang Lingga Setiawan.

Dalam persidangan, Helmi Yusuf ditunjukkan foto nama seorang mahasiswa inisial ZKA. Mahasiswa tersebut merupakan keponakannya, yang sejak awal ingin masuk Fakultas Kedokteran Unila.

"Itu keponakan dia bilang ikut tes kedokteran, lalu punya inisiatif hubungi Zulkifli Hasan (Menteri Perdagangan RI), saya hanya memberikan kabar saja dan tidak dibalas," kata Helmi Yusuf.

Kemudian Helmi Yusuf ditanya JPU KPK, apa tujuan dirinya menghubungi Zulkifli Hasan terkait perkara keponakannya ingin masuk Unila. Helmi mengaku hanya meminta pendapat kemana arah keponakannya itu, karena keponakannya punya peringkat di sekolah.

"Saya hubungi Zulkifli Hasan karena dia teman dekat saya, lalu saya juga selalu bersama dia. Karena chat Zulkifli Hasan tidak dibalas, jadi saya tidak ada hubungi lagi," ujar Helmi Yusuf.

Kemudian Helmi Yusuf menghubungi adiknya bernama Ahmad Tamsil lewat WhatsApp, agar dia hubungi Zulkifli Hasan. Lalu Helmi memberikan nomor Zulkifli Hasan ke Ahmad Tamsil, namun tidak ada laporan apakah berhasil hubungi Zulkifli Hasan.

Lalu Helmi ditanya JPU KPK, apakah ada penyerahan sesuatu seperti uang setelah itu, Helmi mengaku tidak tahu menahu. Saat ditanya apakah Helmi pernah menjadi tim sukses Zulkifli Hasan saat mencalonkan diri di DPR RI, Helmi mengiyakannya. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16863


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved