JAKARTA (Lampungpro.com): Tahera Rahman bukan penyiar televisi biasa. Gadis keturunan India-Pakistan yang lahir di Chicago, Amerika Serikat ini adalah penyiar berita TV AS berhijab pertama. Setiap pukul enam sore, Tahera muncul di stasiun WHBF-TV menyiarkan kabar cuaca dan berita terbaru bagi para penonton di berbagai kota di negara bagian Illinois dan Iowa.
Sebelum menjadi penyiar berita penuh waktu, Tahera bekerja sebagai produser di stasiun televisi itu selama tiga tahun. Namun, jiwanya terpanggil untuk muncul di depan kamera, membawakan berita. Meski sejumlah rekan kerjanya mengatakan keinginan Tahera itu hal yang tidak biasa, bosnya di WHBF ternyata mendukung keinginannya.
Direktur Berita Mike Mickle mengatakan Tahera memiliki kesempatan yang sama dengan yang lain. Kami sadar dia yang pertama. Tapi meskipun dia yang ke-30, 300 atau 3000 sekalipun tidak akan ada bedanya. Kami melakukannya karena dia Tahera dan dia berhak mendapatkan peluang ini, ujar Mickle.
Tahera mengaku ia mendapat banyak dukungan dari stasiun TV tempatnya bekerja, dari para sahabatnya, dan penonton TV muslim. Bahkan tidak sedikit penonton nonmuslim yang memuji penampilannya. Dalam beberapa hari belakangan saya menerima dua atau tiga email yang mengatakan agama saya adalah agama setan dan saya harus pikir-pikir lagi, kata Tahera Rahman kepada Today, Kamis (8/2/2018), dilansir Halallife (grup Lampungpro.com).
Sejumlah komentar negatif yang dilontarkan kepadanya sama sekali tidak menyurutkan niat Tahera. Saya justru merasa kasihan karena hati mereka dibalut kebencian, kata dia.
Mike Mickle menekankan komentar-komentar positif lebih banyak dibanding yang negatif, dan menambahkan satu-satunya tekanan nyata sekarang ini adalah menghadapi banyaknya permintaan wawancara media dengan Tahera.
Tahera juga menerima sejumlah pesan dari Meksiko, Swedia, Eropa Timur, yang mendukungnya. Mereka memberi semangat pada saya dan mengatakan apa yang saya lakukan sebuah keberanian, katanya.
Menurut Tahera, ia juga menerima banyak undangan dari warga Iowa. Mereka mengundang saya datang ke rumah mereka dan meminta saya mengobrol dengan putri mereka untuk memberi motivasi. Sungguh sebuah keberkahan bagi saya, kata dia.
Mengenakan hijab bukan hal baru bagi Tahera. Di dalam keluarganya, berhijab adalah hal yang biasa dilakukan. Ibu Tahera pun mengenakan hijab, begitu juga sejumlah saudaranya. Tahera berharap jerih payahnya terbayar tidak hanya untuk menaikkan karirnya di TV, tapi juga bagi mereka yang mengikuti jejaknya untuk mendapatkan peluang serupa di kantor-kantor di seluruh AS.
Saya hanya ingin menunjukkan, sebagai perempuan muslim yang berhijab, Anda bisa meraih mimpi dan hijab Anda bukanlah halangan untuk mengembangkan karir dan kemampuan, katanya. (**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16469
EKBIS
9136
Lampung Selatan
4981
Bandar Lampung
4789
Bandar Lampung
4657
198
04-Apr-2025
269
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia