BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com) : Bagi para penderita neuropati atau gangguan saraf, selama ini sering kebingungan menentukan apakah disarankan untuk menjalankan ibadah puasa ataukah tidak. Ternyata pada penderita neuropati atau kerusakan saraf sangat disarankan untuk berpuasa. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis saraf Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, dr. Zam Zanariah, Sp.S., M.Kes.
"Begitu banyak manfaat puasa untuk kesehatan, seperti penderita neuropati puasa terbukti bermanfaat untuk menurunkan risiko saraf. Namun sayangnya, seringkali momen puasa tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjaga kesehatan saraf," kata dokter Zam kepada Lampungpro.com, Senin (21/5/2018).
Menurutnya, ada beberapa manfaat puasa pada penderita neuropati, yaitu sebagai berikut :
1. Ketika berpuasa, tubuh mendapatkan kesempatan untuk melakukan detoksifikasi dari pola hidup sehari-hari, yang mungkin tidak sehat. Detoksifikasi akan menyebabkan penurunan radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang tidak memiliki pasangan, yang kemudahan mengambil elektron dari sel sehat sehingga sel tersebut menjadi rusak.
"Dengan menurunnya radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel, risiko kerusakan saraf juga akan ikut menurun. Proses detoksifikasi atau proses pengurangan kadar racun dalam tubuh. Zat racun yang tersimpan dalam lemak akan larut dan dikeluarkan dari tubuh," ujar dia.
2. Mengalihkan penggunaan glukosa ke lemak sebagai sumber energi secara perlahan. Sehingga mencegah kerusakan saraf dan otot.
3. Meningkatkan kondisi mental, kewaspadaan, dan fokus. Karena beberapa hormon tertentu seperti endorfin mengalami peningkatan dalam darah setelah beberapa hari berpuasa.
4. Pada saat berpuasa, tubuh akan menghasilkan hormon endorfin dan akan mulai mengontrol untuk mengatasi rasa sakit.
"Kerusakan saraf membutuhkan perbaikan bertahun-tahun, jadi manfaatkan momen puasa ini dengan sebaik-baiknya. Untuk mencegah neuropati, jalani gaya hidup dengan mengupayakan gizi seimbang, oleh raga teratur, dan istirahat cukup," terang dokter Zam.
Ia menjelaskan, di saat puasa asupan makanan sebaiknya yang bernutrisi tinggi, khususnya yang mengadung vitamin B yang baik untuk kesehatan saraf. "Konsumsi vitamin neurotropik sebaiknya dikonsumsi pada saat sahur, agar mencakup kebutuhan vitamin yang dibutuhkan saraf saat menjalankan puasa," jelasnya.
Menurutnya, dalam kasus tertentu, penderita neuropati diabetes misalnya, di bulan puasa harus tetap mengkonsumsi makanan yang rendah kadar gula. Hal ini dikarenakan kadar glukosa darah perlu dikontrol dengan baik.
"Diusahakan untuk mencapai angka di bawah 130 mg/dL saat sesudah puasa delapan jam, atau sesudah makan dibawah angka 180 mg/dL dan angka HbA1c di bawah angka 7%," ujar dokter Zam.(REKANZA/PRO4)
Berikan Komentar
348
15-Oct-2026
374
15-Oct-2026
362
15-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia