Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Tersengat Listrik dan Terpelanting Masuk Tambak, Warga Bumi Dipasena Agung ini Meninggal
Lampungpro.co, 07-Jun-2024

Amiruddin Sormin 963

Share

Jasad Ari Setiawan usai dievakuasi dari tambak usai tersengat listrik. LAMPUNGPRO.CO

RAWAJITU TIMUR (Lampungpro.co): Ari Setiawan, (32) petambak udang, Blok 5 Jalur 52 Nomor 7, Kampung Bumi Dipasena Agung, Rawajitu Timur, Tulang Bawang, meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat menyiram tanaman cabai pinggiran tambaknya,Jumat, (7/6/2024) sekira pukul 13.30 Wib. Menurut kesaksian Wak Hasan (60), tetangga korban, yang saat itu melintas di depan rumah korban yang hendak memeriksa jebakan biawak yang dia tasang.

Wak Hasan melihat korban sedang beraktivitas di seberang tanggul berjarak sekitar 50 meter. Saat itu korban meminta tolong kepada Wak Hasan untuk mencopot calokan mesin pompa air yang korban sedang gunakan.

"Sepertinya saat itu korban sedang menyiram tanaman cabe di tanggul inlet tambak. Terus melihat saya lewat, korban minta saya mematikan mesin pompa siram air, saya langsung bergegas menuju panel listrik untuk mematikan aliran listrik. Namun, sebelum sempat sampai, saya melihat Ari terpelanting masuk ke tambak," kata Wak Hasan.

Lebih lanjut diceritakan, setelah mematikan aliran listrik, Wak Hasan berlari menuju tempat korban jatuh, seraya meminta bantuan ke tetangga lainnya. Posisi korban saat itu tidak ada gerakan dan segera dilarikan ke Puskesmas Rawajitu Timur, dengan kendaraan speed boat.

Namun nyawanya tidak tertolong. Ari Setiawan meninggal dunia diduga akibat sengatan listrik dengan indikasi jari tangan korban membiru dan mutung seperti terbakar.

Kepala Kampung Bumi Dipasena Agung, Agustiono, membenarkan kejadian ini. "Benar, ada warga kami yang meninggal dunia akibat tersengat listrik hari ini. Tadi saya bersama beberapa warga sempat mendatangai ke Puskesmas Rawajitu Timur untuk melihat dan membantu korban," kata Agustiono.

Ari Setiawan meninggalkan dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan seorang istri. Almarhum akan dimakamkan di Simpang Rabun Gedung Aji Baru. (***)

Editor: Amiruddin Sormin, Laporan: Nafian Faiz

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Sepak Bola, Cara Hebat Pemimpin Menghibur Rakyat

Boleh saja menghujat kita dijajah Belanda selama 350 tahun....

311


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved