KALIANDA (Lampungpro.com): Lumpuhnya Jalan Lintas Timur (Jalintim) akibat jembatan jebol yang tak kuat menahan beban truk kelebihan muatan (overload) di perbatasan Lampung-Sumatera Selatan, menimbulkan berbagai pendapat. Gubernur Sumatera Selatan, misalnya, menilai ada kongkalikong di jembatan timbang yang mengakibatkan banyak truk overload.
Namun hal ini dibantah Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Lampung dan Bengkulu, Kolonel (Inf) Rahman Sujana, yang mengatakan banyaknya truk overload lewat jalan nasional karena menghindari jembatan timbang dan memilih lewat Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Modus masuk tol untuk menghindari jembatan timbang kini menjadi pilihan agar lolos dari Jembatan Timbang Way Urang, yang terletak di Jalan Lintas Sumatera, Kalianda, Lampung Selatan.
Sejak JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar beroperasi 9 Maret 2019, banyak truk overload menghindari lewat jembatan timbang. Caranya, begitu keluar Pelabuhan Bakauheni, kendaraan langsung masuk Gerbang Tol Bakauheni dan keluar di Gerbang Tol Sidomulyo KM 38+850 di Desa Sukamarga dan sebaliknya jika menuju Pelabuhan Bakauheni.
Sejumlah sumber Lampungpro.com dari kalangan pengemudi truk menilai, modus menghindari Jembatan Timbang Way Urang, karena dinilai justru menjadi sarang pungutan liar (pungli). Besaran pungutan, menurut beberapa supir, bahkan mencapai Rp500 ribu.
BACA JUGA: Truk Jebol Jembatan Lintas Timur, Supir Lewat Tol Hindari Jembatan Timbang
Terkait hal ini, Koordinator Satuan Pelayanan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (Korsatpel UPPKB) Way Urang, Indra Junaidi, mengatakan sejak jembatan itu resmi beroperasi, 19 Oktober 2018, pihaknya memiliki fakta integritas. "Bila terbukti pungli hukumannya bisa diberhentikan dengan tidak hormat," kata Indra Junaidi, kepada Lampungpro.com, Jumat (21/6/2019).
Fakta integritas itu yakni mengentaskan pelanggaran overdimensi dan overloading. Tidak menoleransi angkutan barang overdimensi dan overloading. Mendukung pemerintah dan siap menerima sanksi tegas atas pelanggaran overdimensi dan overdimensi. Kemudian, meningkatkan keselamatan pelayanan angkutan barang kepada masyarakat.
BACA SEBELUMNYA: Lintas Timur Lampung-Sumsel Lumpuh, Ada Kongkalikong di Jembatan Timbang
Upaya menghilangkan pungli, menurut Indra, dilakukan dengan sistem jembatan timbang online (JTO). Kemudian memasang kamera pengintai atau CCTV di Jembatan Timbang. "Kalau pungli, kita tidak main main. Laporan ke polisi, tapi kami tidak mau juga difitnah. Terbukti, laporkan dan pasti kita pecat," kata Indra Junaidi.
Terkait nomor pengaduan yang bisa dihubungi untuk melaporkan pungli, Indra mengakui belum ada. "Kita belum punya nomor pengaduan. Nanti kita siapkan," kata Indra. (PRO1)
Berikan Komentar
tuntutan mahasiswa bukan soal mencari-cari kesalahan. Mereka hanya menagih...
3254
Lampung Selatan
643
Kominfo LamSel
763
651
11-Feb-2026
763
11-Feb-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia