Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Truk Jebol Jembatan Lintas Timur, Supir Lewat Tol Hindari Jembatan Timbang
Lampungpro.co, 20-Jun-2019

Amiruddin Sormin 4193

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Hasil penyelidikan terhadap sopir pembawa truk yang menjebol jembatan di batas Lampung-Sumatera Selatan (Sumsel) menyimpulkan truk tidak melewati jembatan timbang Way Urang, Kalianda, Lampung Selatan. Supir truk memilih lewat Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) agar lolos dari muatan lebih (overload) di jembatan timbang yang terletak di jalan nasional itu.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Lampung dan Bengkulu, Kolonel (Inf) Rahman Sujana, kepada Lampungpro.com terkait pernyataan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, yang menduga ada kongkalikong di jembatan timbang sehingga truk bertonase lebih masih bisa melintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera. "Tim kami sudah bertemu supir truk itu dan pengakuannya tidak lewat jembatan timbang," kata Rahman Sujana, Rabu (19/6/2019).

BACA SEBELUMNYA: Lintas Timur Lampung-Sumsel Lumpuh, Ada Kongkalikong di Jembatan Timbang

Dua truk Fuso BG 8629 ID bermuatan kernel sawit dari arah Palembang menuju Jakarta dan Fuso BG 8853 IC bermuatan semen putih dari arah Jakarta menuju Palembang membuat jembatan di perbatasan Lampung-Sumsel jebol Senin (17/6/2019) dinihari yang mengakibatkan Jalintim Sumatera lumpuh total. Truk tersebut masing-masing bertonase 45 (bermuatan semen putih) dan 60 ton (bermuatan kernel sawit), jauh lebih dari berat yang diizinkan yakni maksimal 16 ton.

Dari tiga jembatan timbang yang ada di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) hanya di Way Urang yang beroperasi. Dua lainnya yakni di Desa Agung Batin, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji Lampung dan Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.Sumatera Selatan, belum beroperasi.

BACA JUGA: Lintas Timur Lampung-Sumsel Lumpuh, Jembatan Jebol, Supir Kabur

Rahman Sujana mengakui sejak JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar beroperasi, pihaknya kesulitan mendeteksi truk overload. "Kami tak bisa menggiring truk agar keluar tol dan masuk Jembatan Timbang Way Urang, sehingga banyak yang lolos," kata Rahman yang pernah menjabat Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, itu.

Modus masuk tol dan menghindari jembatan timbang ini, menurut Rahman, kini banyak dilakukan untuk menghindari kelebihan muatan. Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar dua jembatan timbang di Lintas Timur kembali beroperasi. Selain itu, mengusulkan agar di Pelabuhan Bakauheni dilakukan pemeriksaan terhadap truk yang diduga melebihi muatan sebelum masuk tol. "Kami juga koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan, untuk mendeteksi truk yang diduga bermuatan lebih," kata Rahman. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Demo MAN: Dana Pendidikan atau Dana “Plin-Tiran”?

tuntutan mahasiswa bukan soal mencari-cari kesalahan. Mereka hanya menagih...

3254


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved