Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Truk Tewaskan Tiga Orang di Pelabuhan Bakauheni, Turunan Tol Terlalu Panjang dan Human Error
Lampungpro.co, 10-Dec-2020

Amiruddin Sormin 885

Share

Petugas PT Jasa Raharja saat memeriksa kondisi truk usai menghantam Tolgate Pelabuhan Bakauheni, Senin (7/10/2020). LAMPUNGPRO.CO/JASA RAHARJA

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Investigator senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan, Achmad Wildan, mengatakan berdasarkan hasil analisa kecelakaan yang menewaskan tiga orang di Tolgate Pelabuhan Bakauheni, Lempung Selatan, Senin (7/12/2020), terjadi karena brake fading (kelebihan panas pada rem) dan murni human error (kesalahan manusia). Pasalnya, impact yang dihasilkan menunjukkan kecepatan truk tinggi, namun hasil pemeriksaan teknis penguji tidak ada kerusakan atau malfunction pada system remnya.


"Ini menyimpulkan terjadinya brake fading. Saran saya, sediakan jalur penyelamat di sana dan lakukan sosialisasi tata cara mengemudi yang baik dan benar bagi para pengemudi bus dan truk," kata Achmad Wildan kepada Lampungpro.co, Kamis (10/12/2020).

Kesimpulan itu, kata Wildan, berdasarkan hasil asistensi KNKT kepada Dinas Perhubungan Provinsi Lampung yang memeriksa kondisi truk. Berdasarkan hasil foto dan video penguji kendaraan bermotor Lampung yang memeriksa langsung ke lapangan, ditemukan beberapa fakta.

Menurut Wildan, jalan menurun secara terus menerud di Jalan Tol Trans Sumatera menuju Pelabuhan Bakauheni dan Jalan Lintas Sumatera sepanjang 4 km. Hal ini berisiko menyebabkan brake fading pada bus dan truk. "Oleh sebab itu IRAP (International Road Assessment Programme) menetapkan standar untuk setiap turunan menerus sepanjang 1,5 km harus disediakan jalur penyelamat," kata Wildan.

BACA JUGA: Tiga Tewas Akibat Truk Rem Blong di Tolgate Pelabuhan Bakauheni, ini Delapan Langkah Perbaikan

Sebenarnya, kata dia, teknologi otomotif sudah memperhitungkan bahaya ini dan melengkapi bus dan truk dengan sistem rem untuk kondisi jalan seperti ini. Namun yang terjadi adalah bahwa tidak semua pengemudi bus dan truk paham teknologi ini dan tata cara penggunaannya. 

"Dari seluruh kasus rem blong truk dan bus yang diinvestigasi KNKT, sebanyak 80% adalah kasus brake fading. Penyebabnya human error dimana pengemudi tidak menerapkan prosedur mengemudi dengan benar yang memicu terjadinya brake fading atau kampas rem mengalami overheat," kata Wildan.

Terkait pemeriksaan boks transmisi, kata dia, sebenarnya hanya membuktikan bahwa posisi gigi terakhir dimana. "Dari impact kecelakaan saya memastikan kecepatan tinggi dan posisi gigi tinggi, namun pada posisi berapa pastinya harus membuka boks transmisi," kata dia. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16737


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved