Anggaran dana desa itu bisa menyeret aparat desa ke masalah hukum jika pengelolaannya tak transparan dan bermanfaat bagi masyarakat. Banyak kasus menjerat aparat desa karena tak mengerti bagaimana memanfaatkannya. Kami membuat terobosan dengan mendirikan badan usaha milik desa atau BUMDes, agar dana tersebut dijadikan modal usaha dan pertanggungjawabannya jelas, kata Staf Ahli Bidang Kemasyaratan dan SDM Kabupaten Tulangbawang, Zaidirina di Bandar Lampung, Jumat (9/12/2016).
Sejak bergulir awal 2016, kini di 147 kampung di Tulangbawang terbentuk BUMDes berbadan hukum perseroan terbatas yakni PT Tulang Bawang Maju Bersama. Perusahaan ini menjadi distributor aneka produk seperti semen, sarana produksi pertanian, dan sembako dengan harga pabrik. Keberhasilan itu membuat perancang UU Desa Budiman Sudjatmiko yang juga anggota Komisi II DPR RI tertarik mengadopsinya ke tingkat nasional.
Tulangbawang bisa menjadi contoh bagi desa manapun di Tanah Air yang ingin mengelola anggaran dana desa dengan baik dan benar. Kami ingin model BUMDes Tulangbawang ini disebarkan ke seluruh Indonesia, sehingga harus ada perusahaan berskala besar yang mendukungnya, kata Budiman Sudjatmiko.
Semangat itu kemudian melahirkan PT Badan Usaha Milik (BUM) Desa Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Budiman yang juga Pembina Perkumpulan Aparatur Pemerintahan Desa Indonesia (PAPDESI) itu bergerak ke seluruh Indonesia memperkenalkan BUMDes bersama Zaidirina. Tak selamanya anggaran dana desa itu ada. Nah, mumpung masih ada mari manfaatkan untuk kemandirian pembangunan desa dengan menjadikannya modal usaha. Jangan dipakai untuk keperluan yang tak bermanfaat, ujar Budiman.
Keberhasilan itu, membuat PT Pertamina (pesero) bersedia menjadi mitra pemasok listrik di sentra budidaya udang vaname terbesar di Asia Tenggara yang ada delapan desa di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang berkapasitas 60 megawatt (MW). Sejak menjadi petambak mandiri, wilayah ini tak lagi mendapat aliran listrik dari inti, sehingga budidaya tak maksimal. BUMDes Tulangbawang kini menjadi penyedia listrik selain PLN, kata Zaidirina.
Penandatanganan kesepakatan antara PT BUM Desa Indonesia dan Pertamina itu disaksikan langsung Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Bupati Tulangbawang nonaktif Hanan M. Rozak, dan Wakil Bupati Tulangbawang nonaktif Heri Wardoyo, di kantor pusat Pertamina, Jumat (9/12/2016). Pada kesempatan itu, Pratikno berharap BUMDes yang dipelopori Tulangbawang bisa menjadi model dalam menaikkan taraf ekonomi masyarakat. Kalau desa kuat, tentu negara juga kuat, kata Pratikno. (***)
Berikan Komentar
Lingkaran media saja yang sehari-hari berkutat dengan informasi pemerintahan,...
813
PLN
693
Olahraga
677
391
12-Apr-2026
332
12-Apr-2026
693
11-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia