Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Waspada...Biar Padat, ini Campuran Gula Aren
Lampungpro.co, 03-Feb-2017

Lukman Hakim 3721

Share

REJANG LEBONG (Lampro): Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menemukan perajin gula aren di daerah itu  menggunakan deterjen sebagai bahan tambahan agar produk yang dihasilkan lebih padat. Dalam pemeriksaan bersama BPOM Bengkulu dan anggota DPRD, Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Asli Samin, Jumat (3/1/2017), memeriksa dan menemukan langsung penggunaan deterjen dalam proses produksi gula aren.

"Sidak yang kami lakukan ini guna menindaklanjuti surat dari BPOM Palembang yang menyatakan gula aren asal Rejang Lebong yang beredar di wilayah itu setelah dilakukan penelitian positif mengandung deterjen. Adanya penggunaan deterjen ini ternyata memang ada dan terbukti," kata dia.

Adanya adanya penggunaan deterjen bubuk dalam pembuatan gula aren itu, kata dia, sangat membahayakan bagi kesehatan manusia. Penggunaan deterjen yang biasa dipakai untuk mencuci pakaian itu, walau pun sedikit lama-kelamaan akan merusak organ tubuh bagian dalam.

Para perajin gula aren yang mereka temui di lapangan, kata dia, beralasan penggunaan deterjen ini agar gula aren yang mereka hasilkan bisa lebih padat dan tidak mudah mencair. Dari analisa yang dilakukan tim Dinkes Rejang Lebong diketahui campuran deterjen yang dimasukan dalam air nira untuk pembuatan gula aren yang mengandung zat asam, maka keasamannya akan menjadi netral. Sehingga PH airnya menjadi normal dan gula aren tidak cepat basi.

Untuk itu pihaknya masih akan melakukan penelitian dan kerja sama dengan berbagai pihak agar bisa mendapatkan formulasi yang bisa mengawetkan air nira pengganti deterjen yang aman bagi kesehatan.

Sementara itu, menurut Edi (40), perajin gula aren di Desa Airmeles Atas penggunaan deterjen pada pembuatan gula aren sudah berlangsung puluhan tahun lalu. Bahkan, sebelum ada deterjen mereka menggunakan sabun batangan. "Deterjen ini dimasukkan ke dalam bumbung bambu penampung air nira sekitar 1/4 sendok, atau kira-kira saja. Penggunaan deterjen ini hanya untuk penyadapan nira pada sore hari agar air niranya tidak cepat basi," kata dia. (*/ANT/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Siapa Mereka? PTK Khusus yang Tak Pernah...

Lingkaran media saja yang sehari-hari berkutat dengan informasi pemerintahan,...

472


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved