Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Banyu Pinaruh, Tradisi Bersih Diri Pemikat Bali
Lampungpro.co, 13-Jan-2017

Amiruddin Sormin 2661

Share


DENPASAR--Kearifan lokal masyarakat Bali menjadi daya tarik bagi wisatawan. Salah satunya tradisi banyu pinaruh usai perayaan hari raya Saraswati, pada minggu menurut pawukuan Hindu atau 22 Januari 2017. Setiap perayaan Banyu Pinaruh, umat Hindu biasanya menghaturkan sesajen dan sembahyang di pinggir pantai atau sumber air lainnya. Banyu pinaruh merupakan tradisi umat Hindu dengan membersihkan badan atau mandi di sumber air atau di laut.

Masyarakat akan memadati pantai sejak pukul 05.30 WITA, menjelang matahari terbit, sebagai perlambang menyongsong energi dan semangat baru. Ini justru menarik karena ada ritual yang dilaksanakan dengan indah dan bisa dinikmati saat matahari terbit, ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gede Yuniartha Putra, di Denpasar, Kamis (12/1/2017).

Rangakaian Banyu Pinaruh ada acara meminum racem. "Racem merupakan minuman tradisional Bali yang juga disukai wisman. Ritual ini sangat menarik. Selain dapat mengenal adat dan budaya lokal, bisa mengenal alam bahari terutama pantai, ujar Agung.

Inti ritual ini adalah pembersihan diri melalui sumber air. Diharapkan wisata bahari banyu pinaruh ini menjadi wisata yang sarat makna. Selain dapat melestarikan warisan tradisi lokal, juga dapat berlibur menikmatinya. "Kami menghaturkan canang (rangkaian janur dan bunga, red) untuk dipersembahkan sebelum banyu pinaruh atau pembersihan diri di pantai," katanya.

Mereka sembahyang sebelum pembersihan diri dengan mandi dan keramas di pantai atau sumber air saat ritual. Banyu pinaruh, artinya air pengetahuan. "Banyu Pinaruh bukan hanya datang berkeramas atau mandi ke pantai atau sumber air tetapi membersihkan kekotoran atau kegelapan dalam hati dan pikiran dengan ilmu pengetahuan yang kami rayakan saat Saraswati, begitu makna acara ini," kata Agung.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meyakini budaya Bali selalu menjadi magnit yang sulit ditandingi."Kekuatan itulah yang terus dipromosikan di mancanegara, kata Arief Yahya. Khusus Bali, komposisi ketertarikan turis adalah 60% budaya, 35% alam, dan 5% karya kreatif. (R1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lulus Nilai, Gagal Jadi Dokter: Ada yang...

‎Sebenarnya yang gagal ini mahasiswanya, atau sistemnya?

258


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved