Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Begini Kisah Kafilah Lampung Menembus Jakarta ke Arena 112
Lampungpro.co, 11-Feb-2017

Amiruddin Sormin 1339

Share

BANDAR LAMPUNG--Seperti aksi sebelumnya, kisah para kafilah Lampung menuju Jakarta untuk hadir pada acara bertajuk 112 juga penuh halangan dan tantangan. Ahmad Sutrisno, seorang kafilah yang ikut ke Jakarta berkisah, bagaiman kisah mereka menembus Jakarta. 

Kini, ribuan umat muslim di Lampung berada di Jakarta. Menurut Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Lampung KH Bukhori Abdul Shomad ada sekitar 2.000-an lebih dari Bandar Lampung yang berangkat

"Saya merapat ke rumah koordinator GNPF Bandar Lampung, KH. DR. Buchori Abdul Shomad, MA untuk mengawal sekaligus jadi sopir dalam safar ke Jakarta ini. Baru sampai PKOR Way Halim, banyak telpon masuk. Tidak bisa saya ceritakan karena begitu banyaknya laporan terkait keikutsertaan dalam aksi 112 ini," kata Ahmad Sutrisno.

Berikut cerita lengkap yang ditulis Ahmad Sutrisno.

Tiga bus mengundurkan diri karena dilarang oleh polisi. Padahal semua peserta sudah di atas bus. Terpaksa semuanya harus turun. Tiga bus bus tersebut sudah diberi uang muka Rp30 juta. Terpaksa kami cari bus lagi. Alhamdulillah dapat satu bus pengganti. Karena tidak muat, yang harusnya tiga bus cuma dapat satu. Terpaksa sebagian berdiri dna ikut mobil-mobil pribadi yang masih bisa diisi.Kami yang seharusnya sembilan bus diringkas menjadi tujuh bus ditambah beberapa mobil pribadi.

Harusnya kami berangkat jam 10.00 WIB. Karena berbagai hal, akhirnya baru berangkat jam 11.00. Fungsi sebagai sopir koordinator safar membuat saya harus mutar-muter. Kadang duluan, kadang balik arah kawatir ada bus yang dihadang polisi
Perjalanan sanga tidak lancar. Banyak pemeriksaan sepanjang perjalanan. Sebagai koordinator dalam safar kali ini adalah KH. Dr. Buchori Abdul Shomad, MA. Beliaulah yang selalu menyelesaikan persoalan-persoalan di setiap perjalanan, terutama berhadapan dengan polisi yang mencegat kami.

Alhamdulillah jalan menuju Bakauheni sepi, sehingga roda-roda kendaraan kami bisa menggelinding bisa dengan cepat. Pukul 12.15 kami sampai Masjid Kubah Intan Kalianda untuk melaksakan salat Jumat. Dibanjiri jamaah sebanyak 7 bus, masjid tidak mampu menampung semua jamaah. Terpaksa sebagian tidak salat Jumat. Sebagai gantinya, shalat Zuhur yang dilakukan jamak qashar taqdim dengan shalat Ashar.

Usai shalat, ketika kami akan melanjutkan safar, dicegat oleh Kapolres Lampung Selatan. Pak Kapolres bilang untuk koordinasi. Intinya Kapolres kaget, ada massa sebanyak ini akan ke Jakarta. Karena Kapolres khawatir ada masalah, kami tidak boleh berangkat beriringan. Kami baru boleh melanjutkan perjalan per 20 menit, sehingga bus yang depan sudah sampai Bakauheni, bus yang belakang masih tertahan di parkiran masjid.

Dengan berat hati, bus paling depan menunggu bus yanng paling belakang di pelabuhan Bakauheni. Seperti biasa, semua bus dan mobil pribadi diperiksa oleh polisi pelabuhan. Takdir Allah, kendaraan mobil pribadi rombongan Ustad Lutfi ditahan polisi pelabuhan karena membawa banner dengan tulisanyang menurut polisiprovokatif. Kami nego ke sana ke sini. Kapolsek Bakauheni tidak mau nego. Bahkan dia mendatangkan Kapolres sebagai atasannya.

Kapolres pun kita ajak berunding, tapi tetap tidak bisa. Satu jam kami berunding dan gagal, kami akhirnya serahkan urusan ke ikhwan yang berprofesi sebagai lawyer untuk mengurusnya. Selanjutnya kami meneruskan perjalanan naik kapal laut. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Tepuk Tangan, Air Mata, dan Guru PPPK...

Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...

15979


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved