Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Belum Aman, BPBD Lampung Selatan Imbau Warga Jauhi Pantai
Lampungpro.co, 23-Dec-2018

Heflan Rekanza 747

Share

LAMPUNG SELATAN (Lampungpro.com) : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan menyatakan saat ini daerahnya belum aman dari gelombang tinggi menyusul tsunami Selat Sunda yang menerjang wilayah itu pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Kepala BPBD Lampung Selatan Ketut Sukerta mengimbau seluruh warga terutama yang berada di pesisir pantai Lampung Selatan untuk mengungsi ke tempat tinggi dan aman. "Kami mengimbau warga untuk menjauh dari bibir pantai karena situasi belum bisa dinyatakan aman," kata dia.

Peringatan tersebut dikeluarkan Ketut menyusul banyak warga pesisir yang dikabarkan mulai kembali ke tempat tinggal masing-masing demi mengamankan harta benda mereka. Ketut menuturkan sebagian rumah dan bangunan yang berada di pesisir hancur total karena terjangan gelombang tinggi.

Dia mengatakan beberapa wilayah di pesisir seperti Kecamatan Kalianda, Sidomulyo, Rajabasa, dan Katibung menjadi daerah yang cukup parah yang terdampak tsunami. "Banyak barang dan puing-puing hingga sampah serta bebatuan yang berserakan di jalan. Kecamatan Kalianda dan Rajabasa yang paling parah terdampak tsunami," kata dia.

Lebih lanjut, Ketut mengatakan minimnya personel dan peralatan berat menjadi salah satu hambatan utama petugas saat ini untuk memaksimalkan proses evakuasi. Sebab, banyak jalan terutama akses menuju Dermaga Bom hingga Dermaga Canti di pesisir Kalianda terputus.

"Kami kekurangan personel dan peralatan, tapi kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk soal pengadaan personel dan alat besar seperti eskavator dan buldoser untuk menyingkirkan puing dan sampah," terangnya.(**/PRO4)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Demo MAN: Dana Pendidikan atau Dana “Plin-Tiran”?

tuntutan mahasiswa bukan soal mencari-cari kesalahan. Mereka hanya menagih...

3377


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved