YOGYAKARTA (Lampungpro.com) - Bank Negara Indonesia (BNI) menunjukkan kepedulian tinggi terhadap para perajin seni di sekitar Candi Borobudur. Salah satunya dengan mengembangkan branchless banking atau Agen 46 di kawasan Borobudur. Emiten berkode BBNI itu menggandeng badan usaha milik desa (BUMDes) setempat. Hal itu dilakukan dalam rangka mendukung dan memfasilitasi perajin seni di Borobudur, kata Larasati selaku person in charge (PIC) Borobudur pada Pokja Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Selama ini para perajin seni di kawasan Borobudur dan sekitarnya sudah menjadi bagian penting dari destinasi wisata yang masuk dalam daftar warisan dunia versi UNESCO itu. Mereka adalah pembuat suvenir-suvenir menawan seperti gantungan kunci, hiasan pajangan, topeng, hingga bros bermotif tentang kisah dalam relief di Candi Borobudur.
Tidak hanya itu, BNI juga mendirikan Balai Ekonomi Desa di Desa Wonorejo. Balai Ekonomi Desa merupakan wujud komitmen BNI mendukung dan memfasilitasi para perajin seni. Di antaranya, seni kriya, daur ulang sampah dan abu vulkanik, ujar Larasati.
Suvenir-suvenir cantik dan eye-catching itu tentu diharapkan menjadi magnet penguat untuk menggaet wisatawan ke kawasan Jogja, Solo dan Semarang atau yang kini kondang dengan julukan Joglosemar. Saat ini, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Joglosemar ditarget menyentuh dua juta.
Untuk mewujudkan target itu, pemerintah mulai membangun New Yogya International Airport (NYIA) di Kulonprogo, serta membenahi Bandara A Yani Semarang. NYIA nantinya akan memiliki kapasitas jauh lebih besar, yakni 20 juta orang per tahun. Namun, pembangunan Bandara Yogya Baru ditarget selesai pada Maret 2019. Sedangkan Bandara Achmad Yani saat ini berkapasitas memiliki kapasitas empat juta orang per tahun. Perbaikan fasilitas di bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I itu diprediksi selesai pada Agustus 2018 mendatang.
Pembangunan dua bandara itu diyakini membuat arus kunjungan wisman meningkat tajam. Wisman yang datang ke Joglosemar bisa menikmati berbagai hal menarik. Mulai makanan hingga kesenian. Untuk kesenian, siapa pun tahu bahwa Joglosemar memiliki banyak seni yang melegenda.
Salah satunya adalah ritual ruwat rigen yang berasal dari Temanggung, Jawa Tengah. Ritual itu bertujuan memohon kepada Tuhan YME agar panen dan harga jual tembakau lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ritual itu diawali dengan pengarakan rigen raksasa yang diikuti puluhan tumpeng dan kelompok kesenian. Rigen adalah sebuah wadah dari anyaman bambu yang digunakan penduduk setempat untuk menjemur tembakau rajangan. Ketika arak-arakan tiba di tempat ritual, kiai akan memimpi doa bersama. Setelah itu, tumpeng dibagikan kepada warga dan kelompok kesenian yang menunjukkan atraksinya.
Ruwat rigen tidak hanya dikenal di Temanggung. Baru-baru ini, tepatnya pada 16 April 2017, ruwat rigen menjadi juara umum Pawai Budaya Nusantara dalam dalam rangka pembukaan pekan HUT ke 42 TMII. Saat itu, Kabupaten Temanggung yang mewakili Provinsi Jateng menampilkan ruwat rigen yang memukau para penonton. Menpar Arief Yahya menambahkan, Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur tidak lama lagi bakal beroperasi. Tugas utama badan itu adalah membentuk KEK -Kawasan Ekonomi Khusus- pariwisata.
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16023
EKBIS
8624
Bandar Lampung
5989
236
03-Apr-2025
281
03-Apr-2025
398
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia