Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Bupati Sidak ke Distributor Minyak Goreng di Pekalongan Lampung Timur, Ternyata Gudang Kosong
Lampungpro.co, 16-Feb-2022

Amiruddin Sormin 1393

Share

Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo saat sidak ke Purbolinggo, Rabu (16/2/2022). LAMPUNGPRO.CO/AGUS SUSANTO

PURBOLINGGO (Lampungpro.co): Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo, didampingi Kanit Tipidter Polres Lampung Timur, Iptu Hendra, melakukan sidak di salah satu perusahaan distributor minyak goreng di Desa Adirejo, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, Rabu (16/2/2022). Bupati sidak karena mendapat informasi dari Dinas Perdagangan, bahwa pada 12-14 Februari, perusahaan Fajar Laut mendapat pengiriman minyak goreng dari Kementerian Perdagangan sebanyak 2 ton.


"Saya dapat informasi dari Dinas Perdagangan, baru tiga hari lalu salah satu perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan, mendapat kiriman minyak makan. Namun kenyataannya masyarakat masih kesusahan mendapat bahan pokok tersebut, maka kami lakukan sidak," kata Dawam Rahardjo, seperti dikutip Suara.com (jaringan media Lampungpro.co).

Hasil dari sidak, di dua gudang sama sekali tidak ditemukan minyak goreng, sehingga timbul pertanyaan oleh Bupati Lampung Dawam Rahardjo. Untuk memperjelas persoalan tersebut melalui Tipidter, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur meneliti arsip pengiriman minyak goreng yang ada di perusahaan Fajar Laut.

"Dalam data kami Fajar Laut ini baru saja dapat satu ton minyak makan, tercatat baru tiga hari lalu. Tapi barang tidak ada, ini yang bermain data dari pusat atau memang pihak perusahaan," ucap Dawam Rahardjo.

Sales Koordinator perusahaan Fajar Laut Sunarto, mengaku terakhir mendapat kiriman minyak makan pertengahan Januari, sebanyak 2 ribu liter dan langsung didistribusikan ke toko toko langganan. "Ya kaget aja dilakukan sidak, dan katanya tiga hari kemarin kami dapat kiriman minyak makan dari kementerian Perdagangan, tapi itu tidak benar kami terakhir mendapat kiriman minyak pertengahan Januari," kata Sunarto.

Dia mengakui selama kelangkaan minyak makan, Sunarto mengaku banyak konsumen yang menanyakan namun keberadaan barang tidak ada. Jika kondisi normal setiap satu bulan pasti mendapat kiriman sedikitnya 2 ribu liter. "Ini dari Desember kami dapat kiriman baru pertengahan Januari, dan sampai sekarang belum lagi dapat kiriman," kata dia. (***)

Editor: Amiruddin Sormin, Kontributor: Agus Susanto


 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

15694


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved