Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas, Kini Jadi Tempat Wisata
Lampungpro.co, 03-Dec-2017

Lukman Hakim 1706

Share

LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.com): Pemuda-pemudi Desa Rantaujayaudik, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur memanfaatkan tanah desa yang bergandengan dengan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk dijadikan lokasi wisata. Meskipun didesain dengan sederhana, tapi banyak pemuda yang berkunjung ke lokasi wisata penyangga TNWK, Minggu (3/11/2017).

Sebanyak 10 gubuk panggung (tempat singgah) dengan ukuran 3x3 meter didirikan berjajar di pinggir hutan TNWK dengan dibatasi sebuah kanal, pohon pohon pinggiran hutan TNWK menjadi sumber penyejuk saat cuaca panas di lokasi wisata penyangga hutan tersebut. Hembusan angin yang menyejukan tak henti meniup hawa panas siang hari. Semilir angin itu bersumber dari dalam hutan TNWK.

Selain tempat duduk santai yang di desain oleh sejumlah pemuda Desa Rantaujayaudik, beberapa warung makan yang dikelola pemuda setempat. Tokoh masyarakat Desa Rantaujayaudik, Sumarno, mengatakan awalnya lahan desa yang berdekatan dengan hutan merupakan lahan kosong tak berguna dan hamparan rumput liar.

Namun, Sumarno memiliki pemikiran untuk mengumpulkan pemuda desa setempat untuk mengelola lahan itu menjadi lokasi yang bermanfaat. Tercetuslah lokasi untuk bersantai. Dan, dari tangan-tangan kreatif anak anak itu tercipta sebuah tempat wisata sederhana, kata Sumarno.

Dan ternyata bukan hanya pemuda lokal desa saja yang berdatangan untuk bersantai di lokasi wisata penyangga hutan TNWK, melainkan dari luar kecamatan. Memang mayoritas mereka yang berkunjung anak-anak muda yang hanya sengaja melepas hari libur bersama rekan- rekannya, kata Sumarno yang juga anggota DPRD dari PKB Lampung Timur itu.

Lokasi wisata dimaksud baru berdiri tiga bulan ini. Dan, rencananya, kaum muda Desa Rantaujayaudik, melalui binaan Sumarno itu akan lebih meningkatkan sejumlah hiburan bagi pengunjung. Rencananya ke depan kami akan manfaatkan seni budaya yang ada di desa kami, seperti kuda lumping, reok, dan lain nya untuk menghibur pengunjung, kata Sumarno. (SUSANTO/PRO2)

 

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

17151


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved