BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): DPRD Lampung mendukung penuh rencana pembangunan dua pabrik bioetanol di wilayah Lampung, karena dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah, sekaligus mendongkrak harga dan kesejahteraan petani singkong di Lampung.
Anggota Komisi II DPRD Lampung, Mikdar Ilyas mengatakan, pihaknya turut menyambut positif rencana pembangunan dua pabrik bioetanol di Lampung, yang menjadi bagian dari program hilirisasi nasional yang didorong Presiden Prabowo Subianto.
"Lampung ini memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri bioetanol, karena merupakan sentra produksi singkong terbesar di Indonesia. Dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap produksi nasional, Lampung dinilai sangat layak menjadi lokasi investasi industri pengolahan berbasis singkong," kata Mikdar Ilyas dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, kehadiran dua pabrik bioetanol akan memperkuat rantai hilirisasi, sekaligus meningkatkan kebutuhan bahan baku dari petani.
Kondisi tersebut, diyakini akan menciptakan persaingan sehat antar industri dalam menyerap hasil panen, sehingga harga singkong di tingkat petani berpotensi meningkat.
"Kalau pabrik bertambah, maka kebutuhan singkong juga naik, sehingga dampaknya tentu harga bisa ebih kompetitif, dan petani mendapatkan keuntungan yang lebih baik," ujar Mikdar Ilyas.
Saat ini, Lampung telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur Lampung yang menetapkan harga minimal singkong Rp1.350 perkilogram, untuk usia panen delapan bulan.
Dengan bertambahnya industri pengolahan menjadi bioetanol, maka nilai tambah komoditas singkong di Lampung juga diperkirakan akan semakin besar.
Mikdar menambahkan, bioetanol tidak hanya berbahan baku singkong, tapi juga dapat diproduksi dari tebu dan jagung. Ketiga komoditas tersebut, merupakan hasil pertanian unggulan yang banyak dikembangkan di Lampung.
Terkait rencana pembangunan pabrik di Pesawaran dan Lampung Selatan, Mikdar menegaskan DPRD Lampung mendukung lokasi yang ditetapkan pemerintah.
Namun Mikdar berharap, salah satu pabrik dapat dibangun lebih dekat dengan sentra produksi singkong seperti Lampung Tengah, Lampung Utara, atau Tulang Bawang.
Hal tersebut dikarenakan, lokasi industri yang berdekatan dengan kawasan produksi akan menekan biaya distribusi bahan baku, meningkatkan efisiensi industri, serta memberikan keuntungan lebih besar bagi petani.
Mikdar pun memastikan siap mengawal realisasi investasi dua pabrik bioetanol tersebut. Program tersebut, nantinya bakal menjadi momentum kebangkitan ekonomi pertanian Lampung, dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi ribuan petani singkong di daerah. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Bandar Lampung
706
203
10-Jun-2026
206
10-Jun-2026
208
10-Jun-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia