Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Luncurkan Buku Panduan Storynomics Ecotourism Pengembangan Desa Wisata Way Kalam, Lampung Selatan
Lampungpro.co, 27-Aug-2026

Sandy 178

Share

Dosen Polinela menyusun sebuah panduan ekowisata bertajuk "Guidance Book for Storynomics Ecotourism” | LAMPUNGPRO.CO/Ist

LAMPUNG SELATAN (Lampungpro.co) : Tim dosen Program Studi Perjalanan Wisata Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang diketuai oleh Meyliana Astriyantika, resmi menyusun sebuah panduan ekowisata bertajuk "Guidance Book for Storynomics Ecotourism” sebagai langkah nyata untuk mewujudkan narasi pariwisata yang terstruktur dan berkelanjutan di Desa Wisata Way Kalam, Kabupaten Lampung Selatan.

Melalui kegiatan penelitian terapan reguler ini, tim peneliti berfokus untuk mengidentifikasi daya tarik wisata sekaligus merumuskan narasi berbasis storynomics sebagai "DNA" utama bagi pengembangan ekowisata yang dapat menjadi panduan dalam mengangkat potensi lokal Desa Way Kalam.

Desa Wisata Way Kalam sendiri menyimpan potensi kekayaan alam dan budaya lokal yang sangat melimpah. Air Terjun Way Kalam menjadi ikon sekaligus objek wisata unggulan utama yang terus dikembangkan oleh masyarakat dengan pembangunan berbagai fasilitas penunjang di areanya, seperti gazebo, toilet, area parkir, hingga papan penunjuk arah.

Selain air terjun, desa ini memiliki potensi agroforestri yang sangat luas berupa perkebunan kopi, lada, cengkih, dan jagung yang dapat dijadikan sebagai sarana wisata edukasi bagi para wisatawan. Potensi budaya setempat juga dikembangkan secara aktif sebagai atraksi wisata yang berpadu dengan produk-produk UMKM lokal yang diolah langsung dari kekayaan alam desa.

Pengembangan pariwisata di Way Kalam juga menunjukkan keterlibatan masyarakat yang cukup kuat. Sejak pembukaan jalur wisata Air Terjun Way Kalam pada 2014, masyarakat, termasuk generasi muda melalui Karang Taruna, telah terlibat dalam pengembangan destinasi.

Pengelolaan ini kemudian berkembang pesat pasca pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada tahun 2019 yang menerapkan pendekatan Community-Based Tourism (CBT), di mana lebih dari 70% masyarakat setempat diberdayakan secara aktif mulai dari pengelola homestay, pelaku seni budaya dan atraksi budaya, pemandu wisata, penyedia kuliner, pelaku industri rumahan, hingga berbagai aktivitas pendukung pariwisata.

Berkat tata kelola berbasis masyarakat yang solid, Desa Wisata Way Kalam berhasil meraih apresiasi luar biasa, termasuk masuk dalam jajaran Top 300 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) selama tiga tahun berturut-turut (2021, 2022, dan 2023), serta menyabet Juara 1 Wana Lestari Tingkat Nasional pada tahun 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pengelolaan desa wisata tersebut menerapkan pendekatan community based tourism dengan memadukan aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Tim peneliti melihat bahwa kekayaan sumber daya alam dan budaya Way Kalam perlu diperkuat dengan narasi yang mampu menghubungkan daya tarik destinasi dengan cerita, identitas, dan pengalaman wisatawan.

Potensi budaya setempat telah dimanfaatkan sebagai atraksi masyarakat, sementara sumber daya alam juga telah diolah menjadi berbagai produk UMKM yang menjadi salah satu keunggulan desa wisata. Karena itu, storynomics dikembangkan sebagai pendekatan untuk menjadikan cerita dan kekayaan lokal sebagai bagian penting dari identitas destinasi.

Penelitian tersebut menghasilkan dokumen Storynomics Desa Wisata Way Kalam yang menjadi bagian dari Guidance Book for Storynomics Ecotourism. Penyusunannya dilakukan melalui tahapan research and analysis, pengembangan konsep, pembuatan konten, penyusunan buku, serta evaluasi dan pengujian.

Melalui penyusunan buku panduan ekowisata berbasis storynomics ini, tim Polinela berharap dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal dalam mengemas potensi pariwisata desa mereka menjadi kisah-kisah yang bernilai tinggi dan memperkuat identitas destinasi.

Adanya panduan narasi yang komprehensif ini diharapkan dapat membantu masyarakat setempat dan pengelola Desa Wisata Way Kalam menyampaikan potensi alam, budaya, sejarah, dan produk lokal serta menyajikan pengalaman wisata yang lebih edukatif, terstruktur, dan berkesan bagi para pengunjung.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Desa Wisata Way Kalam. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Guru PPPK dan Jalan Menuju PNS 2027:...

Ada kabar yang patut disambut baik para guru menjelang...

987


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved