BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Tim dosen Program Studi Pengelolaan Perhotelan, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melakukan penelitian untuk mengujian sejauh mana klaim "ramah lingkungan" yang dipasarkan sejumlah hotel berbintang di Provinsi Lampung benar-benar sejalan dengan pengalaman nyata para tamu yang menginap.
Penelitian yang didanai melalui skema DIPA Polinela ini dipimpin oleh Yudha Sakti Pratama, S.Tr.Par., M.M.Par, bersama dua rekan dosen, Hadori Rosadi, S.E., M.Par. dan Budi Rahman, S.E., M.M.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah hotel berbintang di Indonesia termasuk di Lampung semakin gencar mengangkat isu keberlanjutan sebagai bagian dari strategi pemasaran, mulai dari klaim pengurangan sampah plastik, efisiensi energi, hingga penggunaan material ramah lingkungan.
Strategi ini dikenal sebagai green marketing, dan menyasar segmen wisatawan yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.
Namun menurut tim peneliti, klaim semacam ini jarang diuji secara empiris terhadap pengalaman aktual konsumen.
"Yang ingin kami lihat adalah apakah klaim-klaim itu benar-benar tercermin dalam pengalaman tamu sehari-hari, atau justru berpotensi menjadi greenwashing klaim hijau yang tidak sepenuhnya didukung praktik nyata," ujar Yudha.
Untuk menjawab hal tersebut, tim peneliti memanfaatkan pendekatan Natural Language Processing (NLP) cabang kecerdasan buatan yang mampu menganalisis dan memahami bahasa manusia dalam skala besar.
Belasan ribu ulasan konsumen dari beberapa platform ulasan daring terhadap hotel-hotel berbintang di Lampung yang mengangkat isu keberlanjutan dikumpulkan dan dianalisis menggunakan teknik pemrosesan bahasa alami serta model klasifikasi sentimen berbasis kecerdasan buatan.
Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan tamu terhadap hotel-hotel yang diteliti tergolong tinggi, dengan mayoritas ulasan bersentimen positif.
Namun ketika difokuskan khusus pada ulasan yang menyinggung isu lingkungan, tim menemukan pola yang cukup berbeda: proporsi sentimen negatif meningkat cukup signifikan dibandingkan sentimen ulasan secara umum terutama pada aspek pengelolaan sampah dan limbah, dibandingkan aspek efisiensi energi maupun penggunaan material ramah lingkungan yang relatif lebih selaras dengan pengalaman tamu.
Penelitian ini juga menjadi bagian dari kontribusi akademik Polinela terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Tim peneliti berencana melanjutkan riset ini dengan memperluas cakupan sampel serta melakukan validasi lebih mendalam pada tahap berikutnya, sekaligus mendorong pelaku industri perhotelan untuk memperkuat implementasi nyata praktik ramah lingkungan, sejalan dengan klaim yang dipasarkan kepada konsumen.
Hasil penelitian ini rencananya akan dipaparkan dalam Seminar Nasional IPTEK Terapan (SIPTEKTERA) 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Lampung. (***)
Berikan Komentar
Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...
1225
Kominfo Lampung
778
Kominfo Balam
720
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia