A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: iconv(): Detected an illegal character in input string

Filename: front/News.php

Line Number: 411

Backtrace:

File: /home/lampungpro.co/public_html/application/controllers/front/News.php
Line: 411
Function: iconv

File: /home/lampungpro.co/public_html/application/controllers/front/News.php
Line: 242
Function: domToArray

File: /home/lampungpro.co/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: iconv(): Detected an illegal character in input string

Filename: front/News.php

Line Number: 411

Backtrace:

File: /home/lampungpro.co/public_html/application/controllers/front/News.php
Line: 411
Function: iconv

File: /home/lampungpro.co/public_html/application/controllers/front/News.php
Line: 423
Function: domToArray

File: /home/lampungpro.co/public_html/application/controllers/front/News.php
Line: 314
Function: insertAd

File: /home/lampungpro.co/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Lampungpro.co | Berita Inspirasi Dari Lampung
Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dua Ekor Elang Brontok Dilepasliarkan di TNBBS Lampung
Lampungpro.co, 26-Apr-2017

Lukman Hakim 1617

Share

Kedua Elang Brontok yang diberi nama Aming dan Cleo itu sebelumnya telah diserahterimakan kepada Balai Besar TNBBS pada rangkaian kegiatan Kemah Konservasi Lampung 2017 dan disaksikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. "Sebelum diserahterimakan, kedua satwa ini di bawah pengawasan Pusat Konservasi Elang Kamojang," kata Kepala Balai Besar TNBBS Timbul Batubara.

Pascapelepasliaran, Aming dan Cleo akan terus dimonitoring secara intensif selama dua minggu ke depan untuk melihat tingkat kemampuannya bertahan hidup, mencari pakan, terbang, dan daya jelajah terbangnya. Proses monitoring dilakukan dengan menggunakan penanda yang dipasang di tubuh satwa berupa microchip dan wing marker kuning PKEK 18 untuk Aming dan microchip dan wing marker kuning PKEK 17 untuk Cleo.

Menurut Tumbul Batubara, upaya menjaga dan melestarikan kekayakan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi diperlukan keterlibatan para pihak dari berbagai kalangan masyarakat. "Semoga kegiatan yang telah dilakukan ini menjadi triger bagi upaya konservasi elang dan habitatnya di Sumatera. Sehingga, dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kepedulian," ujar Timbul. (ROCH/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Mirza, Petarung Muda di Octagon Pilgub Lampung...

Di antara para kandidat yang telah mengambil formulir pendaftaran...

2298


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved