“Kami dari pemerintah desa mendukung penuh semua kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Arroudhotul Wahida, baik secara fisik maupun kegiatan keagamaannya,” jelas Anton.
Ia menambahkan, koordinasi dan komunikasi antara pondok pesantren dengan pemerintah desa hingga kini berjalan dengan baik.
“Kami rutin menjalin silaturahmi dengan aparatur desa, RT, dan masyarakat sekitar. Harapan kami, pondok ini bisa terus berkembang menjadi pusat pendidikan agama yang berkualitas,” tambahnya.
Sejarah Kemandirian Ponpes Arroudhotul Wahida
Ponpes Arroudhotul Wahida didirikan oleh Abi Hasan Basri pada tahun 2013. Dengan dana awal hanya Rp5 juta—yang semula direncanakan untuk mengurus izin klinik—Abi Hasan memulai pembangunan pondokan sederhana serta kolam ikan untuk budidaya lele.
“Sejak awal saya ingin pondok ini mandiri. Maka, kami mulai dengan budidaya lele. Alhamdulillah, sekarang kami punya berbagai pelatihan life skill seperti otomotif, gulung dinamo, menjahit, hingga budidaya anggur,” tutur Abi Hasan.
Berikan Komentar
Di tengah jalan rusak, banjir, dan berbagai keluhan warga,...
14176
Bandar Lampung
372
205
06-Jul-2026
273
06-Jul-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia