Selain itu, Pemkot juga mendorong homestay merujuk pada pasar digital atau online. Meskipun, beberapa homestay di Semarang tercatat masuk situs transaksi digital seperti traveloka, booking.com dan lainnya.
"Agar mempermudah wisatawan dan memperluas jaringan pasar, kita juga mendorong nantinya homestay ini dapat diakses melalui online," ujarnya.
Saat ini pihaknya akan kembali melakukan pendataan jumlah homestay yang ada supaya lebih akurat. Diperkirakan ada puluhan homestay yang dikembangkan oleh masyarakat.
Jumlah ini terhitung sedikit, tidak sebanding dengan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai 518.547 pengunjung dalam setahun (Badan Pusat Statistik 2016).
"Pengembangan homestay perlu dilakukan segera," katanya.
Sementara itu pemilik homestay di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati, Gatot Mujiyanto mengatakan, di desa wisata Kandri ada sekitar 11 unit home stay. Jumlah tersebut akan terus ditambah seiring berkembangnya objek wisata waduk Jatibarang dan desa wisata Kandri.
Sebagai pengelola, ia memilih untuk menambahkan beragam fasilitas, agar wisatawan betah di Kandri dan menginap di sana. Misalnya dengan membuat oleh oleh yang unik. Seperti membuat ketek gethuk, tape singkong, tape dodol, belajar tari lokal, main di sawah atau di kali hingga offroad.
Pengembangan homestay dan paket wisata berbasis potensi lokal dan budaya. Harga paket wisata juga harus terjangkau, ujarnya.
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16377
EKBIS
9029
Bandar Lampung
6345
129
04-Apr-2025
203
04-Apr-2025
328
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia