Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Empat Kali Guncangan Gempa Dalam Sepekan di Indonesia, Ada Apa Ya?
Lampungpro.co, 27-Jan-2018

Lukman Hakim 2424

Share

Portal Berita Lampung, Info Lampung Terkini, Berita Politik Lampung, Portal Berita Pertanian, Portal Berita Bisnis, Portal Berita Daerah, Portal Berita Pendidikan, Info Berita Terbaru Lampung, Lampungpro.com Nomor Satu, Info Peristiwa Terkini, Portal Informasi Lampung Terbaru

JAKARTA (Lampungpro.com): Rosihan Ali tidak kuasa menahan lelah yang menderanya. Napasnya tersengal-sengal dan dadanya kembang-kempis. Gempor lutut turun dari lantai 25, kata karyawan swasta di gedung perkantoran Sentral Senayan, Jakarta Selatan ini.

Bersama ribuan orang lainnya, Rosihan menjadi bagian dari mereka yang merasakan rangkaian gempa yang berpusat di Lebak, Banten, sejak Selasa (23/1/2018) lalu. Setidaknya sudah dua kali dia harus turun dari kantornya yang ada di lantai 25 karena getaran gempa yang cukup kuat. Kalau begini terus lutut saya bisa copot, kata dia.

Dalam sepekan ini, setidaknya sudah empat kali guncangan gempa yang dirasakan warga Jabodetabek. Gempa pertama bahkan tercatat lumayan kuat yaitu 6,4 SR. Yang paling baru, menurut BMKG terjadi Jumat (25/1/2018) dalam tiga kali waktu di Lebak Banten dan Maluku Selatan.

Gempa terus berulang menggoyang Jawa bagian selatan. Dalam sepekan ini, setidaknya sudah empat kali guncangan gempa yang dirasakan warga. Selasa (23/1/2018), gempa berkekuatan 6,4 berpusat di Barat Daya Kabupaten Sukabumi dan perbatasan Lebak, Banten, mengguncang keras Banten, DKI Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Sukabumi, Cianjur hingga Bandung dan Cirebon.

Belum hilang kecemasan warga di Pulau Jawa bagian barat atas terjadinya gempa di Lebak dan Sukabumi itu, Rabu (23/1/2018) Jawa bagian barat kembali diguncang gempa. Yang paling baru, menurut BMKG terjadi Jumat (25/1/2018) siang di Lebak, Banten.

Ada fenomena apa sebenarnya dengan rangkaian gempa selama sepekan ini? Sejumlah pakar gempa menyebut guncangan yang berulang dalam kurun waktu berdekatan menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan di area tektonik.  

Berdasarkan kedalaman sumber dan dampaknya, kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Daryono, gempa ini diduga terjadi di area intraslab atau dalam Lempeng Eurasia yang tertekan oleh pergerakan Lempeng Indo-Australia.

Ciri gempa intraslab menciptakan dampak guncangan cukup kuat. Gempa di zona ini seperti yang terjadi di Tasikmalaya pada 15 Desember 2017, kata Daryono seperti dilansir situs BMKG. (**/RO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

17004


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved