Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Gunung Anak Krakatau Siaga Level 2, Warga Kalianda-Rajabasa Lampung Selatan Diminta Waspada
Lampungpro.co, 11-Apr-2020

Heflan Rekanza 2823

Share

LAMPUNG SELATAN (Lampungpro.co): Pasca erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat (10/4/2020) pukul 22.30 WIB malam, petugas dari Polsek Kalianda berharap masyarakat disekitar pesisir pantai, baik di Kecamatan Kalianda maupun Rajabasa tetap tenang karena statusnya siaga level 2. 

BACA JUGA: Tengah Malam, Gunung Anak Krakatau Meletus, Warga Lampung Selatan Pilih Evakuasi Diri

"Meskipun status siaga Gunung Anak Krakatau level 2, masyarakat agar tenang dan waspada," kaya petugas Polsek Kalianda melalui toa mobil dinas polisi, yang sengaja berkeliling disekitaran daerah pesisir pantai Kalianda dan Rajabasa pada Sabtu (11/04/2020) malam.

BACA JUGA: Bau Belerang Iringi Letusan Krakatau, Plt Bupati Lamsel: Semoga Matikan Virus Corona

Menurut polisi, masyarakat harus tetap waspada dan jangan khawatir akan terjadi erupsi besar lagi, yang menimbulkan bau belerang yang menyengat hingga sejauh radius ratusan kilometer dari GAK. "Kalau kemarin malam, Jumat (10/4/2020) pukul 11.30 hingga Sabtu (11/4/2020) pukul 03.00 dinihari, bau belerang sangat menyengat. Akibatnya banyak warga Desa Way Muli dan Kunjir Kecamatan Rajabasa yang ada di wilayah pesisir tak jauh dari perairan GAK mengalami sesak napas," ucap polisi tersebut.

BACA JUGA: Tengah Malam Gunung Anak Krakatau Erupsi, BNPB: Belum Ada Kerusakan

"Selain aroma belerang, juga adanya semburan pasir GAK yang dihembuskan ke arah selatan, hingga membuat mata jadi pedih dan membuat sesak di dada. Intinya meski berstatus level siaga 2, kita berharap masyarakat tenang. Bila ingin mengungsi dipersilahkan asalkan jaga diri," tegas polisi tersebut dalam pengumumannya.

Dari pantauan Lampungpro.co, masyarakat yang ada di daerah pesisir pantai banyak yang mengungsi karena mereka masih trauma atas terjadinya gelombang tsunami di Desember tahun 2018 lalu. bahkan pada saat terjadinya erupsi pun banyak masyarat yang begadang atau siaga dipinggir pantai dan di jalan hingga subuh. Hal itu dilakukan agar dapat mengetahui bila terjadi tsunami atau hal hal yang tidak diinginkan yang disebabkan oleh faktor alam.(HENDRA/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16714


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved