Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Hampir Punah, Universitas Bandar Lampung-ITB Lestarikan Dua Tarian Tanggamus
Lampungpro.co, 08-Apr-2017

Lukman Hakim 1834

Share

TANGGAMUS (Lampungpro.com): Tanggamus- Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bandar Lampung (Prodi TI FIK UBL) bersama Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Institut Teknologi Bandung (PPTIK-ITB) berupaya melestarikan seni budaya Lampung yang hampir punah. Di antaranya, dua tarian tradisional, dari Kabupaten Tanggamus yang sejak tahun 1900-an awal sudah tidak dipentaskan lagi. Yaitu, Tari Kipas Saibatin dan Tari Igol Saibatin.

Tim mengambil data tari di Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandarnegeri Semuoung/Way Semaka, Tanggamus. Marzuki tim dari UBL menjelaskan langkah kerja yang dilakukan yaitu berupa mengumpulkan data dan fakta otentik di lapangan. Seperti mewawancarai tokoh pemuka adat dan sesepuh praktisi tari.

Serta, mendokumentasikan dan memproyeksikan gerakan tari, menggunakan teknologi kamera sensor depth. Selain itu, pihaknya berkesempatan mengabadikan Museum Mini Sanggi Unggak, yang menyimpan berbagai peninggalan kuno Kerajaan Sai Batin Way Semaka, Tanggamus. Semua kegiatan dilakukan bersamaan, Rabu (5/4/2017) lalu.

Kita sudah ambil (data awal) dengan tari Igol, sekarang Kipas Saibatin. Hanya tari Kipas Saibatin yang narasumbernya masih ada dan satu-satu penarinya. Lewat langkah ini, kita akan melakukan digitalisasi tari tradisional lewat aplikasi-aplikasi pembelajaran gerak tari menggunakan teknologi terkini yaitu Virtual Reality, Augmented Reality dan lain-lain, kata dia. Menurut tokoh setempat, kata Marzuki, pelestarian peninggalan-peninggalan budaya Way Semaka diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi masa depan.

Sedangkan, Kepala Pekon Sanggi Unggak, Abu Sahlan, mengapresiasi langkah pelestarian yang dilakukan pihak UBL dan ITB di bidang budaya seni tari kontemporer dan barang peninggalan sejarah Kerajaan Way Semaka tersebut. Kami gembira, seni dan budaya yang kurang pernah digali sekarang mendapat perhatian untuk dilestarikan. Memang seni budaya ini semua ada turun menurun. Tapi harus diakui bersama, kurang dilestarikan karena berbagai faktor, kata dia.

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

15802


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved