BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Memodifikasi sepeda motor bisa menjadi salah satu kegiatan yang cukup mengasyikkan, tak terkecuali mengutak-atik jok atau tempat duduk. Namun perlu digaris bawahi, bahwasanya aktivitas memodifikasi motor ini tetap harus dilakukan dengan benar, tidak mengurangi kenyamanan, dan tentunya mengedepankan unsur keamanan.
Safety Riding Dept. Head PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Lucky mengatakan, jok dengan spesifikasi standar bawaan pabrik adalah yang paling sesuai. Hal ini dikarenakan, jok sudah melewati proses standarisasi dan pengetesan dari beberapa aspek, mulai kenyamanan hingga sisi safety.
Namun jika ingin memodifikasi, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan pengguna sepeda motor. Terdapat beberapa poin yang akan berubah, saat kita mengganti jok standar dengan model lain atau peranti modifikasi, kata Lucky dalam keterangannya, Minggu (25/10/2020).
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita memutuskan untuk memodifikasi jok sepeda motor diantaranya tebal tipisnya jok motor harus sesuai. Secara batasan, sebenarnya tidak ada ukuran baku, karena beda desain sepeda motor akan berbeda pula dengan model dan ketebalan jok.
Hal ini dikarenakan, tebal ataupun tipisnya jok akan sangat memengaruhi posisi berkendara dan kenyamanan saat sepeda motor dikendarai. Ukuran ketebalan jok juga wajib disesuaikan dengan aspek kenyaman dan keselamatan sesuai pengendara motor.
"Lalu tekstur lapisan jok wajib lentur dengan bahan dasar tidak licin, saat diduduki oleh pengendara. Jok yang licin akan berdampak pada kenyamanan dan juga berpengaruh pada keselamatan," ujar Lucky.
Bisa dirasakan pada saat pengereman, jok yang licin menyebabkan pengendara mudah bergerak ke depan, sehingga proses pengereman menjadi tidak maksimal karena posisi duduk pengendara sudah tidak ideal untuk melakukan pengereman. Sedangkan lapisan jok yang tidak lentur akan mudah sobek dan merusak bagian jok lainnya, seperti busa.
Kalau lapisan jok sudah sobek, air akan mudah masuk melalui lapisan tersebut. Saat terjadi endapan air pada busa dalam waktu yang lama, maka struktur busa akan berubah menjadi keras dan mengganggu kenyamanan saat berkendara, jelas Lucky.
Ergonomi ketika memodifikasi jok sepeda motor kan berubah. Saat melakukan penipisan pada busa jok, maka posisi berkendara akan berubah di bagian lutut, siku, dan pandangan. Begitu pula sebaliknya, saat menebalkan atau meninggikan jok, posisi pinggul pengendara akan lebih naik dibandingkan dengan penggunaan jok standar.
Perubahan tersebut akan menyebabkan pengendara tidak nyaman, dan mudah lelah saat berkendara, serta dapat berdampak negatif pada kestabilan dan kenyamanan berkendara. Pengaruh mengganti jok pada keseimbangan dan kestabilan memang cukup besar, sehingga tidak disarankan memodifikasi jok bagian belakang dibuat lebih tinggi dari jok bagian depan. Hal ini menyebabkan tubuh pembonceng melebihi pengendara, dan tentu saja akan berdampak negatif terhadap aerodinamika kendaraan. (RLS/PRO3)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16230
EKBIS
8837
Bandar Lampung
6197
144
04-Apr-2025
187
04-Apr-2025
182
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia