Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ini Cara Bekraf Ajak Pelaku Kuliner Jago Bikin Presentasi Produk
Lampungpro.co, 11-Apr-2018

Lukman Hakim 999

Share

#beritapolitiklampung #webberitadaerah #webberitanasional #portalberitalampung #portalberitawisatanasional #portalberitaasiangames #portalberitapendidikan #beritaolahragalampung #beritaolahraganasional #lampungproberitalampung #lampungprodotcom #webberitalampung #portalberitanasional #beritalampungterkini #beritakulinerlampung #beritawisatalampung #portalberitawisata Lampung, Indonesia,

JAKARTA (Lampungpro.com): Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menilai industri kuliner Indonesia merupakan salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi. Namun sayang, banyak pelaku kuliner yang belum mampu berkembang karena minim modal.

Kasubdit Dana Masyarakat Direktorat Akses Non Perbankan Deputi Akses Permodalan Bekraf, Hanifah Makarim menyampaikan modal untuk usaha tidak hanya bisa didapatkan dari sektor formal tapi bisa juga dari investor perorangan.

Banyak pelaku usaha kuliner itu yang modalnya berasal dari dana sendiri atau keluarga, 90 persenlah. Alasannya tidak menggunakan dana perbankan bisa karena tidak mau terlibat riba atau banyak juga yang malas berurusan dengan debt collector jika lengah sedikit saja, kata Hanifah Maarim saat Incubator Camp Blue Band Master Oleh-Oleh di Jakarta, Selasa (10/4/2018), dilansir Halallife (grup lampungpro.com).

Karena itu, lanjut dia, peranan Bekraf sangat penting dalam mempertemukan pelaku usaha kuliner dengan para investor yang sesuai. Pasalnya, setiap usaha memiliki tipe investor yang berbeda.

"Tugas Bekraf adalah mempersiapkan pelaku kuliner baik penampilan maupun presentasi yang tepat hingga mampu mendapatkan perahtian dari investor. Dan investor mau berinvenstasi pada usaha yang dimiliki pelaku kuliner, kata dia.

Dalam penjelasannya, dia juga menyampaikan pentingnya pelaku kuliner untuk mengetahui hal apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan presentasi sehingga mampu meyakinkan investor untuk mau terlibat dalam permodalan usaha.

Menurut Hanifah, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menyiapkan presentasi bisnis yang hanya berdurasi 3,5 menit atau yang sering disebut pitch desk.

"Presentasi yang disampaikan haruslah menarik, menampilkan gambar sekaligus kata dalam proporsi berimbang, fokus dan harus memahami matrik penjualan. Biasanya pitch desk hadir dalam 12 halaman presentasi yang disajikan dengan tulisan yang tidak terlalu kecil, urainya.

Hanifah juga menekankan pentingnya pengetahuan pelaku kuliner untuk menunjukkan kelebihan dan peluang yang dapat dimiliki untuk memperbesar ketertarikan investor dalam penanaman modal.

Menutup pemaparannya, tak lupa dia menyampaikan para peserta Incubator Camp untuk mengikuti kegiatan Bekraf pada acara Food Start Up Indonesia dengan membuka website di http://www.foodstartupindonesia.com/. Pendaftaran masih akan kami buka hingga bulan Juli 2018. Acaranya akan berlangsung selama seminggu di Surabaya, kata dia. (**/PRO2)

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

17197


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved