Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Jonan: Tak Satupun Negara Sejahtera karena SDA
Lampungpro.co, 22-Feb-2017

Lukman Hakim 1210

Share

MALANG (Lampungpro.com): Tidak satupun negara di dunia yang mampu memberikan kesejahteraan bagi warganya hanya dengan mengandalkan sumber daya alam (SDA) yang dimilikinya.

"Demikian sebaliknya, banyak negara yang tidak memiliki SDA melimpah, tapi kesejahteraan rakyatnya justru cenderung tinggi. Itu semua, tergantung pada produktivitas negara dan sumber daya manusia (SDM) masing-masing," kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan dalam dialog usai kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dome, Selasa (21/2/2017).

Ia mengakui SDA bisa membantu membayar utang negara karena semakin lama penerimaan negara semakin besar. Bahkan, usaha migas yang termasuk sumber daya alam bisa menghasilkan sekitar Rp150 triliun per tahun dan cukai rokok sekitar Rp139 triliun per tahun.

Menurut Jonan, utang negara terus meningkat karena adanya pembangunan. Namun, peningkatan itu sebenarnya tidak menjadi masalah. "Yang menjadi masalah adalah apakah utang tersebut digunakan untuk hal yang produktif atau malah hal yang konsumtif," kata dia.

Menyinggung adanya polemik PT Freeport Indonesia, Jonan justru membandingkan nilai aset sejumlah perusahaan jika nantinya dijual. Seperti, PT Telkom Indonesia yang mencapai 29 miliar US dolar, Facebook senilai 355 miliar US dolar, BRI hampir 20 miliar US dolar, devisi para TKI yang bekerja di luar negeri mencapai 144 miliar US dolar.  Sementara PT Freeport di seluruh dunia kalau dijual hanya sekitar 20 miliar US dolar dan pajak yang dibayarkan ke pemerintah juga tidak besar, yakni sekitar Rp8 triliun. Itupun untuk kurun waktu 25 tahun," kata dia.

Nominal pembayaran pajak dan royalti PT Freeport sebesar Rp8 triliun itu jauh di bawah pendapatan dari cukai rokok yang mencapai Rp139 triliun dan devisi dari TKI sebesar Rp144 triliun. "Tapi kenapa freeport kok begitu rewelnya. Padahal pembayar pajak lainnya lebih besar, tapi ya nyantai saja," kata Jonan.

Sementara itu Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnial Anzar Simanjuntak meminta pemerintah tetap mengubah perjanjian kontrak kerja dengan PT Freeport menjadi izin uasah pertambangan. "Masak negara sebesar Indonesia kalah dengan keangkuhan Freeport. Ini masalah martabat bangsa," kata dia. (*/ANT/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16708


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved