BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Dinas Pendidikan setempat yang dinilai belum memiliki data komprehensif terkait kondisi infrastruktur sekolah negeri.
Sorotan tersebut mencuat dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah. Asroni menilai, lemahnya perencanaan sektor pendidikan terlihat dari tidak tersedianya peta kerusakan fasilitas sekolah yang seharusnya menjadi dasar utama dalam penyusunan anggaran.
“Data infrastruktur sekolah saja kita belum dapat. Padahal ini hal paling mendasar. Saya baca di LKPJ yang dibahas pansus juga tidak ada,” tegas Asroni, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, Dinas Pendidikan seharusnya telah memiliki pemetaan rinci mengenai kondisi gedung sekolah, jumlah ruang kelas rusak, fasilitas sanitasi, hingga sarana penunjang belajar siswa. Tanpa data tersebut, kebijakan pembangunan dinilai berpotensi tidak tepat sasaran.
“Kita ingin ada peta yang jelas. Gedung mana yang rusak, mana yang harus diprioritaskan. Jangan sampai anggaran disusun tanpa dasar yang kuat,” ujar Asroni.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Asroni mengaku menemukan langsung kondisi memprihatinkan saat melakukan kunjungan ke sejumlah SMP negeri di wilayah pinggiran Kota Bandar Lampung.
Ia menyebut, masih banyak siswa yang menggunakan kursi belajar tua yang sudah tidak layak pakai, bahkan sebagian merupakan bantuan sejak era 1990-an.
“Saya temukan kursi bantuan tahun 90-an masih dipakai sampai sekarang. Kondisinya rusak, tambal-tambalan, bahkan hampir hancur,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjut Asroni, tidak seharusnya terjadi di kota besar sekaligus ibu kota Provinsi Lampung. Di beberapa wilayah seperti Sukarame dan Kemiling, fasilitas belajar siswa disebut jauh dari standar kelayakan.
“Ini ibu kota provinsi, tapi siswa masih duduk di kursi rombeng. Kalau sekadar coretan mungkin biasa, tapi ini sudah tidak layak sama sekali,” kritik Asroni Paslah.
Ia mengingatkan, tanpa data yang akurat, pemerintah berisiko salah menetapkan prioritas pembangunan pendidikan. Bahkan, anggaran berpotensi terserap untuk program yang tidak menyentuh kebutuhan dasar sekolah.
“Kalau tidak ada pemetaan, pembangunan jadi asal jalan. Tidak jelas mana yang harus didahulukan. Jangan sampai anggaran habis untuk hal yang bukan prioritas,” tegasnya.
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung pun mendesak Dinas Pendidikan segera menyusun database dan masterplan pendidikan yang lebih serius, termasuk peta infrastruktur sekolah serta data angka putus sekolah.
“Kita butuh perencanaan yang matang, bukan sekadar laporan administratif. Pendidikan ini menyangkut masa depan anak-anak Bandar Lampung,” pungkas Asroni. (***)
Editor : Sandy,
Berikan Komentar
242
09-Apr-2026
337
09-Apr-2026
409
09-Apr-2026
418
09-Apr-2026
357
09-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia