Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Kalah Bersaing Harga, Pedagang Pasar Minggu Rawajitu Selatan Tulang Bawang Demo Toko Lady' Shop
Lampungpro.co, 10-Feb-2024

Amiruddin Sormin 3781

Share

Ratusan pedagang saat unjuk rasa di depan Toko Lady Shop Pasar Minggu Rawajitu Selatan. LAMPUNGPRO.CO

RAWAJITU SELATAN (Lampungpro.co): Ratusan pedagang Pasar Minggu Gedung Karyajitu, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, tergabung dalam Perkumpulan Pedagang Pasar Minggu Rawajitu (P3MR), menggelar aksi damai, Jumat (9/2/2024) siang. Para demo atas kehadiran Toko Lady' Shop berjarak 500 meter dari Pasar minggu Rawajitu Selatan.

Aksi damai dilakukan mengingat aspirasi penolakan disampaikan kepada pemerintah Kampung Karyajitu. Bahkan Kepala Kampung Karyajitu melayangkan surat kepada pemilik toko, agar menutup toko tersebut, namun diabaikan.

Ketua P3MR, Medi, menjelaskan alasan mereka menolak kehadiran toko Lady' Shop yang berpusat di Way Jepara, Lampung Timur, sejak 5 Februari 2024 karena menjual barang di bawah harga grosir seperti toko swalayan.

Menurut Medi, keberadaan pedagang kecil tradisional P3MR, selama empat tahun terakhir mengalami pukulan berat. Mereka tetdampak sistem belanja online dan merosotnya ekonomi masyarakat di sekitar Rawajitu dan diperparah lagi dengan keberadaan Lady' Shop.

Lebih lanjut disampaikan bahwa proses perizinan usaha Lady' Shop di Rawajitu belum ditempuh oleh managemen. Pasalnya pasti tidak akan ada persetujuan izin gangguan (HO) dari warga sekitar.

"Kami ini pedagang kecil, puluhan tahun di Rawajitu dari zaman jalan nasional poros Rawajitu belum semulus sekarang. Tiba-tiba ada orang entah dari mana asalnya, karena punya modal besar dan koneksi pejabat. Membuka toko dan menentukan harga tanpa memperhatikan keberadaan dan keberlangsungan usaha pedagang kecil, itu membuat kami menolak keberadaan Lady' Shop di Rawajitu," kata Medi.

Pedagang lain, Umi Zainal, mengatakan keberadaan Lady' Shop di beberapa tempat memang ditolak pedagang kecil di sekitarnya. Pedagang yang ikut aksi kemarin siang itu bukan hanya pedagang kecil pasar Minggu Rawajitu, tapi juga pedagang dari pasar Gunung Tiga dan Pidada, semua menolak.

Persaingan harga yang tidak sehat akan membuat pedagang tradisional dan UMKM semakin sulit dan terjepit.
"Untuk bertahan hidup saja kami pedagang lagi susah sekarang ini, ditambah lagi kehadiran Lady' Shop yang obral harga" kata Umi Zainal

Roswati, warga Rawajitu Timur, saat diminta tanggapannya tentang pro kontra keberadaan toko Lady' Shop, mengatakan sebagai konsumen tentu menginginkan barang berkualitas, harga terjangkau, dan mudah diakses. Tetapi pemilik toko dan usaha juga harus memikirkan keberadaan dan keberlangsungan pedagang kecil di sekitarnya.

"Harus ada iklim persaingan yang sehat, tidak boleh menjual barang dengan harga yang terlalu rendah. Sebab jika ekonomi pedagang kecil mati, sama saja membuat sulit banyak orang," kata Roswati.

Sementara itu, saat dikonfirmasi tentang penolakan pedagang pasar Rawajitu, salah satu pemilik Lady' Shop, Oktavin Nanda, sampai berita ini tayang belum memberikan respon terhadap pesan yang disampaikan melalui dua nomor aplikasi WhatsApp miliknya. (***)

Editor Amiruddin Sormin Laporan: Nafian Faiz

Berikan Komentar

Anonymous


Tidak ada pedagang yang jual rugi apalagi dengan fa*****as besar, bisa jadi pedagang lain mengambil ditempat grosir yang mengambil untungnya kebesaran.

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Sepak Bola, Cara Hebat Pemimpin Menghibur Rakyat

Boleh saja menghujat kita dijajah Belanda selama 350 tahun....

194


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved