Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Kasus Meninggalnya Bayi Alesha, Direktur RSUDAM Lampung Bakal Usut dan Tindak Tegas Oknum
Lampungpro.co, 22-Aug-2025

Febri 72357

Share

Direktur RSUDAM Lampung Imam Ghozali | Lampungpro.co/Dok RSUDAM

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, angkat bicara terkait pemberitaan dugaan kelalaian pelayanan hingga praktik jual beli alat medis, atas meninggalnya bayi Alesha Erina Putri, putri pasangan Sandi Saputra dan Nida Usofie asal Lampung Selatan.

Direktur RSUDAM Lampung, dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes mengatakan, pihaknya turut menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan, kejadian itu bukan kebijakan rumah sakit, melainkan tindakan oknum.

"Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga, kami sangat prihatin, dan rumah sakit akan merespons cepat kejadian ini. Jika ada praktik di luar ketentuan resmi, itu murni ulah oknum, bukan kebijakan RSUDAM," kata Imam Ghozali dalam keterangannya, Jumat (22/8/2025).

Imam Ghozali turut menekankan, pihaknya tidak akan mentoleransi terhadap praktik pungutan liar (Pungli) maupun jual beli alat kesehatan. Apabila nantinya benar adaanya keterlibatan oknum yang meminta biaya tambahan dengan dalih membeli alat medis, maka hal itu tidak bisa dibiarkan.

"Kejadian ini membuka fakta, praktik semacam itu memang ada, namun kami tegaskan, RSUDAM Lampung tidak akan mentoleransi hal tersebut," tegas Imam Ghozali.

Saat ini, kasus tersebut tengah dibahas di tingkat internal rumah sakit, dan sedang dirapatkan oleh Komite Medik, Komite Mutu, dan Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUDAM Lampung.

"Kami menunggu rekomendasi mereka, untuk menentukan langkah terhadap oknum yang terlibat. Pasien ini mengalami kelainan kongenital seperti saraf untuk buang air besar tidak berfungsi akibat saraf terputus," ujar Imam Ghozali.

Imam menyebut, kelainan ini tidak berdiri sendiri, dan pada kasus ini pasien juga memiliki kelainan jantung. Meski demikian, ia menegaskan inti masalah tetap pada dugaan permintaan biaya tambahan oleh oknum tenaga medis.

"Permasalahan bukan pada kondisi medis, tetapi pada oknum yang meminta uang dengan alasan membeli alat. Itu tidak dibenarkan, jadi saya sangat prihatin dan menegaskan tidak akan mentoleransi praktik semacam ini," sebut Imam Ghozali.

Sebagai langkah ke depan, RSUDAM Lampung berkomitmen akan memperketat pengawasan dan memastikan pelayanan sesuai prosedur.

Imam Ghozali ingin memastikan, pelayanan di RSUDAM Lampung dilakukan secara profesional, transparan, dan tidak membebani pasien dengan biaya tambahan. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Anonymous


Informasi yang sangat bermanfaat. thanks Unissula Universitas Islam

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Belum Kena di Saya, Bukan Berarti Tidak...

Lampung ini bukan hanya soal “saya sudah dapat apa”,...

1109


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved